You are looking at posts in the category personal.
John Chendra; father of Japheth Adriel & Jared Ezekiel, husband of Yenni. A learning Human Being who is interested in Information Technology: Internet, Multimedia, System Administration and Security.. And nowadays: Finance & Accounting! :)
“For the word of the LORD is right and true; he is faithful in all he does. The LORD loves righteousness and justice; the earth is full of his unfailing love.”
Brought to you by BibleGateway.com. Copyright (C) NIV. All Rights Reserved.
(Psalm 33:4-5, NIV)
| S | M | T | W | T | F | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Dec | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | |||
Posted on September 4th, 2006 by john.
Categories: personal, work.
God works in mysterious ways. That’s a sure thing.
After my last post about a month ago, at least 3 significant job offers came up. None of them are similar, two are closely related but still very different. It will take me 3 pharagraph with about 200 words each to write the complete story. That’s too much personal information
To be simple, the 3 jobs are (listed by the time the job offered to me):
The one I take? Well, I think you know which one. Altough the salary and benefits in this new job that I decided to take is not as much as the others, but after a long and deep thought for about 3 days, I made my mind. The point of no return was last Wednesday, when I got all the keys and last cash balance for the new job/office.
Well, maybe I’ve got to change some things in this blog and many more places on my web, especially work related information
So, I have left the world of System Administration (at least for a week), but hopefully not leaving the computer world
Thanks for 2 supports I got at the last post, they mean a lot to me.
Posted on August 2nd, 2006 by john.
Categories: family, personal, work.
That’s the term, they said it’s a temporary thing, that in the future they might need us back on the job. Whatever. Maybe this is the answer to all my questions and wondering, my last post has received the answer. But I believe the decision is given to me, not taken by me. I believe that God has given a sign or correction to me through all this, to tell me “move forward, do something else!”
Hopefully it will bring me and my family to a better phase in our lives. Specially in this time, when my family needed me most, my wife being pregnant with our second child, my son is entering a new and more advanced school, and my parents need someone to help them do all their things.
A part time teaching offer has come and hopefully I am the right person they’re looking for. With the cut off news today, I’ve received a lot of offering from fellow workers, mostly my superiors in the office to work on various projects. I’ll just take it first as a sign that they all appriciate my work all this time. Which will I take, I’ll just go through it more specifically one at a time, later.
I’m now back on the hunt, job hunt, and hopefully I will get a new one soon, a lot better one, I believe.
Posted on July 26th, 2006 by john.
Categories: personal, work.
If i think it over, everybody just want me to leave. When they see me, they always ask me “Are you still there?”, not in a positive way, but in a negative kind of question. It’s like, “Are you crazy? I can’t believe you’re still there!”
It’s almost 2 years. Less than one month to go, by the 15 of August. Is this the end for me? I’ve been complaining a lot more than I can remember any great moment with this place. That should be a good sign that this place is bad for me. I haven’t been in this bad shape ever since the days my wife left me alone in Jakarta to go home at her hometown for about a month. Thank God I still have the people I love around to cheer me up. But I think they all also hope that I would leave this place and start something else.
Is the decision and the resignation letter is ever gonna come out? Let’s wait until the meeting is over, let’s wait until I reach the number 2. I’ve dreamed about this since October last year, so it’s have been about 9 months by now. Is the child gonna come out eventually? Please show me what to do, dear God..
Posted on July 11th, 2006 by john.
Categories: Makassar, personal.
Hari Minggu yang lalu (09/07/06) saya sekeluarga pergi berbelanja ke Hypermart GTC
Tanjung Bunga Makassar. Kami ke sana setelah selesai menutup toko, sekitar pukul 21.00 WITA. Di sana kami berbelanja berbagai barang yang sedang diskon/murah dengan maksud menjual kembali di toko kami. Tentunya kami juga membeli berbagai kebutuhan lainnya. Total belanjaan kami malam itu mencapai hampir Rp. 1.300.000,- Diantara belanjaan kami ada berbagai produk yang diproduksi oleh Unilever, antara lain Rinso, Citra, Axe, Rexona, dan Pepsodent.
Tanpa sepengetahuan kami, di baris paling bawah STRUK pembelanjaan, sebelum tulisan “Anda Hemat Rp. sekian sekian”, tertera tulisan “Dapat 33 pcs sabun Lifebuoy 90 gram”. Kami tidak sempat membaca baris tersebut malam itu, dan mungkin karena Hypermart sudah mau tutup, petugas Kasir-pun tak sempat memberi tahu kami. Mudah-mudahan itu yang terjadi, bukannya malah petugas kasir juga sengaja tidak memberi tahu kami. (more…)
Posted on May 20th, 2006 by john.
Categories: Makassar, personal.
Bukan, bukan dia..
Posting ini saya tulis sejak 15 Mei yang lalu, tapi baru sempat diselesaikan dan dipublish hari ini. Moga-moga belum terlalu BasBang!
Makassar sudah kembali seperti sedia kala. Mungkin masih cukup berat, tapi mestinya sudah normal kembali. Memang masih ada perasaan risih, apalagi ketika ada orang-orang chinese yang berpapasan, lewat, dan mondar-mandir di tengah keramaian dan bertemu dengan orang-orang non-chinese. Entah hanya perasaan saya atau memang demikian adanya, tapi situasi sudah berangsur normal dalam dua-tiga hari terakhir ini. Ekonomi sudah bangun lagi, semua sudah seperti sedia kalaâ„¢
Satu hal yang saya selalu diskusikan bersama keluarga, apa sih, dan bagaimana sih sebenarnya bentuk ideal dari ‘pembauran’ itu sendiri. Apakah karena perbedaan warna kulit semua harus berbeda? Dewasa ini sudah banyak orang non-chinese yang berperilaku sangat chinese, sementara orang chinese yang berperilaku sangat non-chinese. Dalam keseharian pun, ketika isu rusuh dan ganyang muncul, rekan-rekan yang non-chinese turut merasakan dampak dengan tutupnya ratusan toko dan mencekamnya suasana kota. Itulah indahnya keberagaman, ketika semua turut merasakan apa yang dirasakan oleh sebagian. Semoga ini disadari semua pihak, daripada saling sikut, mending saling sayang.
Di sisi orang chinese sendiri, orang chinese harus belajar untuk ‘turun’ (entah apa istilah yang tepat). Kerjakan berbagai bidang yang dahulu tidak disentuh orang-orang chinese. Jadilah polisi, politisi, pengacara, tentara, PNS, atau profesi/pekerjaan lainnya. Belakangan ini fenomena seperti ini sudah mulai tampak. Sudah ada pegawai-pegawai supermarket, teknisi, bahkan PNS yang chinese. Khususnya untuk Makassar, hal ini sangat penting. Sebab sangat jarang orang chinese di Makassar yang terjun dalam bidang lain selain berdagang. Guru misalnya, sangat jarang guru chinese di sini. Di 10 sekolah negeri yang menjadi klien kami di kantor, tak ada satupun gurunya yang berlatar chinese. Ini mungkin juga disebabkan umumnya guru di sekolah negeri itu adalah PNS. Tak usah jauh-jauh, di sekolah tempat istri saya mengajar, yang notebene adalah sekolah Kristen, yang Yayasannya adalah dari salah satu Gereja berlatar Tionghoa terbesar di Makassar, jumlah guru yang chinese dapat dihitung dengan jari. Itupun ada yang guru bahasa Mandarin. Situasi yang sangat berbeda dengan kampung halaman istri saya. Di Bangka, menurut cerita istri saya, pembauran lebih terasa. Tidak sedikit jumlah orang chinese yang menjadi guru, pegawai, tukang, bahkan ada yang menjadi pembantu rumah tangga.
Seharusnya, orang chinese turut berjuang bersama seluruh golongan masyarakat, tidak ekslusif sendiri dan melihat suku lain dengan sebelah mata. Memang setiap suku punya rasa kebanggaan tersendiri (chauvinisme KTS), tidak usah dipungkiri. Tapi justru ketika kita berusaha meminimalkan kebanggaan itu, maka kita akan menjadi orang yang lebih rendah hati, lebih dapat diterima oleh semua pihak. Daripada semua menonjol dan akhirnya bertengkar, lebih baik semua saling hormat dan akhirnya semua senang.
Posted on May 12th, 2006 by john.
Categories: Makassar, personal.
Seletah berkomentar di weblog Rara, jadi tergugah untuk nulis dikit.
Mahasiswa. Kebanyakan (kalau tidak mau dikatakan semua) aksi bernuansa SARA atas nama demonstrasi dua tiga hari ini di Makassar, semua dilakukan oleh Mahasiswa. Bukan orang yang mengaku sebagai mahasiswa, tapi memang mahasiswa dari berbagai Universitas yang ada di Makassar. Mereka yang mulai dari berorasi, hingga konvoi dan melakukan sweeping atas nama demonstrasi. Kata-kata seperti ada pelanggaran HAM-lah, penegakan Hukum-lah, keadilanlah.. Semua itu mereka pakai untuk membenarkan tindakan mereka.
Yang mengerikan, inilah, para rasis inilah masa depan kita. Apa jadinya Makassar dalam 10 tahun ke depan? 20 tahun ke depan? Inilah wajahnya, dalam wajah-wajah para perusuh intelektual saat ini. Sedih.
Saya sebagai orang tua, kemudian bertanya-tanya, inikah masa depan anak saya? Tidak heran beribu orang yang lari keluar dari Indonesia, bersusah payah di negeri orang, agar bisa lolos dari masa depan yang suram ini. Sebagai orang tua juga, saya jadi bertanya, bagaimana sih sesungguhnya pendidikan di Indonesia? Tidak heran beribu orang berusaha menyekolahkan anak-anak mereka di luar negeri. Mungkin saya berpikir terlalu jauh, sedikit paranoid dan mengada-ada. Saya pikir, ini semua ekses dari kekesalan dan kecemasan akibat situasi Makassar sekarang.
Kota Makassar hari ini, lagi-lagi mati. Sejak pagi hingga siang ini, minimal Jl. Somba Opu di sekitar rumah saya, sangat sunyi. Tidak seperti biasa. Toko-toko umumnya tutup, atau buka MMK, lalu lintas sepi, puluhan polisi berjaga-jaga dan akhirnya menjadi warga Somba Opu dadakan. Lagi-lagi ekonomi hari ini mati dan tidak bergairah. Sayapun akhirnya tidak ke kantor, sebab kekuatiran hari Jumat ini lebih parah dari hari lain. Sampai kapan? Minggu juga dicurigai, Senin.. Mungkin hari senin situasi sudah tenang kembali. Tapi, lagi-lagi mungkin. Mungkin juga mereka belum puas kalo belum ada darah sebagai bayaran? atau api yang membakar? atau ribuan kaca yang pecah? Entah.
Anyway, terima kasih untuk komentar teman-teman di weblog saya ini. Mudah-mudahan saya makin rajin dengan adanya kunjungan dari semua.
Posted on May 11th, 2006 by john.
Categories: Makassar, personal.
Sedih rasanya, belum selesai juga orang-orang bodoh itu merusak Makassar. Berita resminya masih saya tunggu di televisi atau radio. Saya lihat di tv tadi berita yang dibahas masih seputar Iran, PBB, Amerika, dan seterusnya. Mungkin saya kurang pagi nontonnya..
Informasi dari rekan sesama guru istri saya (mereka adalah guru-guru TK/SD saya ketika masih bersekolah di situ), semalam terjadi ‘sweeping’ yang menahan bukan saja orang chinese yang kemudian dipukuli (suami-istri, naik Karimun katanya), tapi juga sudah mulai mencari orang yang beragama Kristen. Seperti dugaan saya, isunya pasti akan bergeser ke Kristen dan agama. Mungkin sebentar lagi gereja akan jadi sasaran seperti 97 yang lalu. Atau mungkin tidak? Sebab biasanya gereja sudah dijagai oleh beberapa tentara. Entahlah. Kejadian tersebut berlangsung di depan mata ibu guru itu sendiri, sekitar pukul 18.30 atau 19.00 WITA kemarin, 10 Mei 2006, di daerah depan kampus salah satu universitas yang mahasiswanya berdemo.
Saat ini, suasana jalan sendiri cukup sepi, minimal di daerah tempat saya tinggal, yang kemarin dijagai oleh satu truk aparat polisi/brimob. Entah bagaimana ekonomi hari ini, sepertinya akan tutup toko lagi. Istri saya menyarankan agar saya tidak usah ke kantor, berhubung daerah kantor saya yang berada di daerah yang cukup dekat dengan lokasi demonstrasi. Bukan takut pada orang-orang di sana, tapi justru kengeriannya ada ketika dalam perjalanan ke dan dari sana.
Yang lain, informasi dari murid-murid sekolah, termasuk orang tua mereka. Banyak murid SD di mana istri saya mengajar tidak masuk sekolah hari ini. Katanya kemarin banyak yang rumahnya menjadi korban lemparan. Utamanya mereka yang tinggal di Jl. Veteran dan Jl. Dr. Ratulangi. Ternyata berita yang beredar kemarin tentang ada ‘beberapa’ rumah yang kena lempar, tidak sepenuhnya benar, ternyata ‘banyak sekali’ rumah yang kena lempar. Salah satu murid yang cukup dekat dengan istri saya menjadi korban dan menginformasikan/mengkonfirmasikan hal ini.
Lucu, dan mungkin anda sudah bosan dengan keluhan kami. Maaf kalau terkesan SARA juga, tapi begitu banyak orang pribumi dan/atau beragama Islam lain yang bertindak kriminal kepada orang-orang non-pribumi, bahkan kepada orang pribumi sendiri, mengapa tidak mendemo/menghina/memaki/mengancam/melempari/memukuli orang pribumi yang lain juga? Apa ini kalau bukan diskriminasi? rasisme?
Coba taruh diri anda dalam sepatu kami. Berpuluh ribu orang keturunan yang mencoba untuk beradaptasi dan menjadi Indonesia sesungguhnya, akankah semuanya sia-sia lagi? Entah apa lagi yang harus saya tulis, sebab dengan menulis seperti itu, terkesan sebelumnya kami ini bukan orang Indonesia, padahal kami lahir dan mati di negeri ini. Benar-benar mengesalkan.