You are looking at posts that were written on May 11th, 2006.
John Chendra; father of Japheth Adriel & Jared Ezekiel, husband of Yenni. A learning Human Being who is interested in Information Technology: Internet, Multimedia, System Administration and Security.. And nowadays: Finance & Accounting! :)
And they said, "Believe in the Lord Jesus, and you will be saved, you and your household." (Acts 16:31, ESV)
| S | M | T | W | T | F | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Mar | Jun » | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||
Posted on May 11th, 2006 by john.
Categories: Makassar, personal.
Sedih rasanya, belum selesai juga orang-orang bodoh itu merusak Makassar. Berita resminya masih saya tunggu di televisi atau radio. Saya lihat di tv tadi berita yang dibahas masih seputar Iran, PBB, Amerika, dan seterusnya. Mungkin saya kurang pagi nontonnya..
Informasi dari rekan sesama guru istri saya (mereka adalah guru-guru TK/SD saya ketika masih bersekolah di situ), semalam terjadi ’sweeping’ yang menahan bukan saja orang chinese yang kemudian dipukuli (suami-istri, naik Karimun katanya), tapi juga sudah mulai mencari orang yang beragama Kristen. Seperti dugaan saya, isunya pasti akan bergeser ke Kristen dan agama. Mungkin sebentar lagi gereja akan jadi sasaran seperti 97 yang lalu. Atau mungkin tidak? Sebab biasanya gereja sudah dijagai oleh beberapa tentara. Entahlah. Kejadian tersebut berlangsung di depan mata ibu guru itu sendiri, sekitar pukul 18.30 atau 19.00 WITA kemarin, 10 Mei 2006, di daerah depan kampus salah satu universitas yang mahasiswanya berdemo.
Saat ini, suasana jalan sendiri cukup sepi, minimal di daerah tempat saya tinggal, yang kemarin dijagai oleh satu truk aparat polisi/brimob. Entah bagaimana ekonomi hari ini, sepertinya akan tutup toko lagi. Istri saya menyarankan agar saya tidak usah ke kantor, berhubung daerah kantor saya yang berada di daerah yang cukup dekat dengan lokasi demonstrasi. Bukan takut pada orang-orang di sana, tapi justru kengeriannya ada ketika dalam perjalanan ke dan dari sana.
Yang lain, informasi dari murid-murid sekolah, termasuk orang tua mereka. Banyak murid SD di mana istri saya mengajar tidak masuk sekolah hari ini. Katanya kemarin banyak yang rumahnya menjadi korban lemparan. Utamanya mereka yang tinggal di Jl. Veteran dan Jl. Dr. Ratulangi. Ternyata berita yang beredar kemarin tentang ada ‘beberapa’ rumah yang kena lempar, tidak sepenuhnya benar, ternyata ‘banyak sekali’ rumah yang kena lempar. Salah satu murid yang cukup dekat dengan istri saya menjadi korban dan menginformasikan/mengkonfirmasikan hal ini.
Lucu, dan mungkin anda sudah bosan dengan keluhan kami. Maaf kalau terkesan SARA juga, tapi begitu banyak orang pribumi dan/atau beragama Islam lain yang bertindak kriminal kepada orang-orang non-pribumi, bahkan kepada orang pribumi sendiri, mengapa tidak mendemo/menghina/memaki/mengancam/melempari/memukuli orang pribumi yang lain juga? Apa ini kalau bukan diskriminasi? rasisme?
Coba taruh diri anda dalam sepatu kami. Berpuluh ribu orang keturunan yang mencoba untuk beradaptasi dan menjadi Indonesia sesungguhnya, akankah semuanya sia-sia lagi? Entah apa lagi yang harus saya tulis, sebab dengan menulis seperti itu, terkesan sebelumnya kami ini bukan orang Indonesia, padahal kami lahir dan mati di negeri ini. Benar-benar mengesalkan.
Posted on May 11th, 2006 by john.
Categories: Makassar, personal.
Judul di atas sepertinya rada pesimis, tapi sesungguhnya saya ingin menjadi sangat optimis dengan keadaan Makassar saat ini. Syukur, tidak ada yang buruk terjadi hari ini, dalam waktu yang saya dan keluarga lewati, hanya ada satu kalo konvoi yang cukup mengesalkan yang meneriakkan kata-kata yang tidak nyaman dan bernada mengancam. Apalagi disertai dengan kelakuan peserta konvoi yang membawa pentungan, batu, dan berbagai peralatan tempur lainnya.
Terlaporkan ada beberapa rumah yang kacanya pecah karena menjadi sasaran lemparan oleh peserta konvoi tersebut, walaupun tentu saja tidak bisa saya konfirmasikan sendiri, sebab berita itu hanya selentingan saja dan beredar dari mulut ke mulut.
Yang terakhir, ada informasi dari salah satu aparat yang berbelanja di toko kami malam tadi, kabarnya akan ada pergerakan yang perlu diwaspadai pada hari Jumat (12/5) yang akan datang. Seperti biasa, isu-isu SARA semacam ini juga berasumsi bahwa bagi umat Muslim, tindakan ‘perang’ pada hari Jumat itu justru berpahala lebih besar.. atau semacam itu. Ah, namanya juga isu, semoga tidak ada yang tersinggung dengan posting saya ini, bahkan saya malah ingin minta pendapat dari teman-teman Muslim, bener ‘gak tuh?
Malam ini sih Makassar sudah agak hidup lagi, sudah ramai dengan lalu lintas kendaraan (minimal sampai sekitar jam 9 malam tadi ketika toko kami hampir tutup). Bahkan pembalap-pembalap liar yang biasanya sangat mengganggu Jalan Somba Opu di malam hari, sudah mulai ada. Padahal kemarin, satupun tidak ada. Sepertinya ketegangan di Makassar sudah mulai reda, terima kasih untuk usaha dari berbagai pihak, utamanya para pemimpin kami di daerah ini.
Good night, thank you for reading. Let’s hope for a better tomorrow.