Masa depan

Posted on May 12th, 2006 by john.
Categories: Makassar, personal.

Seletah berkomentar di weblog Rara, jadi tergugah untuk nulis dikit.

Mahasiswa. Kebanyakan (kalau tidak mau dikatakan semua) aksi bernuansa SARA atas nama demonstrasi dua tiga hari ini di Makassar, semua dilakukan oleh Mahasiswa. Bukan orang yang mengaku sebagai mahasiswa, tapi memang mahasiswa dari berbagai Universitas yang ada di Makassar. Mereka yang mulai dari berorasi, hingga konvoi dan melakukan sweeping atas nama demonstrasi. Kata-kata seperti ada pelanggaran HAM-lah, penegakan Hukum-lah, keadilanlah.. Semua itu mereka pakai untuk membenarkan tindakan mereka.

Yang mengerikan, inilah, para rasis inilah masa depan kita. Apa jadinya Makassar dalam 10 tahun ke depan? 20 tahun ke depan? Inilah wajahnya, dalam wajah-wajah para perusuh intelektual saat ini. Sedih.

Saya sebagai orang tua, kemudian bertanya-tanya, inikah masa depan anak saya? Tidak heran beribu orang yang lari keluar dari Indonesia, bersusah payah di negeri orang, agar bisa lolos dari masa depan yang suram ini. Sebagai orang tua juga, saya jadi bertanya, bagaimana sih sesungguhnya pendidikan di Indonesia? Tidak heran beribu orang berusaha menyekolahkan anak-anak mereka di luar negeri. Mungkin saya berpikir terlalu jauh, sedikit paranoid dan mengada-ada. Saya pikir, ini semua ekses dari kekesalan dan kecemasan akibat situasi Makassar sekarang.

Kota Makassar hari ini, lagi-lagi mati. Sejak pagi hingga siang ini, minimal Jl. Somba Opu di sekitar rumah saya, sangat sunyi. Tidak seperti biasa. Toko-toko umumnya tutup, atau buka MMK, lalu lintas sepi, puluhan polisi berjaga-jaga dan akhirnya menjadi warga Somba Opu dadakan. Lagi-lagi ekonomi hari ini mati dan tidak bergairah. Sayapun akhirnya tidak ke kantor, sebab kekuatiran hari Jumat ini lebih parah dari hari lain. Sampai kapan? Minggu juga dicurigai, Senin.. Mungkin hari senin situasi sudah tenang kembali. Tapi, lagi-lagi mungkin. Mungkin juga mereka belum puas kalo belum ada darah sebagai bayaran? atau api yang membakar? atau ribuan kaca yang pecah? Entah.

Anyway, terima kasih untuk komentar teman-teman di weblog saya ini. Mudah-mudahan saya makin rajin dengan adanya kunjungan dari semua. :D

4 comments.