Modus Penipuan Blue Planet Tour

Cerita menyebalkan ini saya urutkan seperti ini saja dulu, sebab saya sulit menceritakan kembali kata-per-kata sebab kejadiannya cukup lama dan tidak mungkin saya mengingat semua secara persis. Kejadiannya siang hari, kira-kira pukul 15.00 WITA tanggal 4/9/2006.

  • Saya baru bekerja di perusahaan yang baru dan belum mengenal semua atasan saya yang ada di kantor pusat. Salah satunya saya ketahui bernama Erik, yang memang belum saya kenali.
  • Saya mendapat telepon siang itu, dan ketika mulai, penelepon memberi selamat, saya pikir memang pak Erik yang di kantor saya, memberi selamat telah bergabung dengan perusahaan tsb. Makanya saya menyambut dengan semangat. Ternyata setelah berbasa-basi, ia mengaku dari VISA. Kemudian Ia menjelaskan pula kerja sama dengan berbagai bank (berbagai nama bank disebut).
  • Kemudian ia menanyakan jenis kartu saya (malah langsung nembak, gold atau platinum, padahal kartu saya cuma silver), limit kredit saat ini, dan expiry date kartu saya. Namun tidak berurutan seperti itu, dia menanyakan di sela-sela penjelasan mengenai ‘hadiah’ yang saya dapatkan.
  • Ia mengatakan bahwa saya mendapatkan hadiah khusus, dari antara seluruh pengguna kartu kredit, terpilih hanya 135 orang. Ia juga menyebutkan hadiah yang saya dapatkan dalam rangka menyambut tahun wisata 2006 (yang sebenarnya sudah hampir habis nih 2006), dan kerja sama dengan PHRI (kalau nggak salah).
  • Ia menjelaskan berbagai keuntungan berupa dicount khusus untuk penerbangan (berbagai maskapai penerbangan disebut), discount khusus hingga 50 persen untuk menginap di hotel (berbagai nama hotel di sebut, termasuk di Makassar). Ia mengatakan bahwa dengan sistem online, saya akan dikenali langsung oleh pihak hotel, sehingga saya akan diberikan discount khusus sebagai anggota yang mendapatkan hadiah ini.
  • Dalam penjelasannya ia selalu menekankan bahwa ini event khusus, semacam gift, saya tidak perlu membayar iuran dan sebagainya
  • Ia kemudian menanyakan nomor kartu kredit saya, kira-kira dengan kalimat seperti ini: “Kami ingin mengkonfirmasi nomor kartu kredit bapak, tolong disebutkan”, Kata kuncinya ialah konfirmasi, sehingga membuat saya berpikir ia benar-benar dari VISA.
  • Karena masih berpikir bahwa ini adalah telepon dari VISA, saya menyebutkan nomor kartu saya. Ketika menyebut 4 angka terakhir saya baru sadar, ada kemungkinan saya sudah dijebak.
  • Ia kemudian menjelaskan bahwa saya harus membayar sejumlah Rp. 1.495.000,- sekali saja, tanpa iuran apapun sepanjang tahun, untuk seterusnya.
  • Kemudian menyebutkan the magic words, bahwa ia dari Blue Planet (tanpa kata tour sama sekali, ini yang paling menyebalkan, saya betul-betul merasa ditipu dan dijebak). saya pikir ini semacam keanggotaan khusus, semacam klub ekslusif dari VISA. Itupun hanya disebut sekilas saja, sekali dalam pembicaraan kami selama 20 menit lebih.
  • Karena sudah bericara lebih dari 20 menit di ponsel (telinga sudah mulai panas), saya mulai kehilangan konsentrasi, apalagi pada saat itu saya juga sedang banyak sekali pekerjaan yang saya kerjakan sambil menerima telepon. Saya terus meminta agar mereka mengirimkan dulu berkas promosi atau sejenisnya biar saya mudah memutuskan.
  • Seingat saya, saya dua kali menolak untuk membayar, tapi saya juga serba sulit sebab dalam bayangan saya ini adalah hadiah yang memang milik saya. Akhirnya saya dihubungkan dengan Irfan yang katanya akan mewakili manajemen mengucapkan selamat. Sebelumnya Erik juga menanyakan nama lengkap saya, yang saya inginkan tertera pada kartu.
  • Irfan mengatakan akan mengirim kartunya paling lambat 7 hari akan sampai di tangan saya. Mereka menutup telepon sambil mengucapkan selamat. Saya pun masih terheran-heran dan mulai kebingungan, ini sebenarnya telepon dari siapa dan apa sesungguhnya yang sudah saya bayar.

5/9/2006
Keesokan harinya, sebelum ke kantor saya singgah di salah satu hotel yang disebutkan si Erik. Ketika menanyakan Blue Planet, resepsionis mengatakan tidak tahu-menahu apa itu Blue Planet. Ketika saya menanyakan apakah ada kerja sama dengan VISA atau Blue Planet, ia mengatakan bahwa hotel mereka tidak pernah bekerja sama dengan lembaga apapun, kalaupun ada biasanya adalah instansi pemerintahan atau perusahaan yang ingin menginapkan karyawan mereka saja. Saya makin curiga, saya kemudian berangkat ke kantor.

Di kantor, saya menelepon ke nomor telepon yang ditinggalkan Erik dan Irfan untuk saya, namun mungkin karena kepagian (padahal waktu itu kira-kira pukul 08.15 di Jakarta), belum ada seorang karyawan pun yang ada di kantor, kata orang yang menerima telepon saya. Saya disarankan menelepon sekitar pukul 9 (WIB).

Setelah menunggu hingga pukul 9 WIB, saya pun menelepon mereka lalu mulai komplain ke penerima telepon, bahwa hotel di Makassar tidak mengenal mereka, lalu saya katakan saya ingin membatalkan transaksi itu. Penerima telepon menanyakan siapa yang menghubungi saya kemarin. Setelah saya beri tahu bahwa saya dihubungi oleh Erik, ia mengatakan akan meminta Erik menelepon saya nanti. Saya diminta bersabar dulu. Saya sempat berpikir mungkin juga resepsionis di hotel tadi yang kurang informasi.

Saya kemudian menelepon Halo BCA (bagian K.Kredit) lalu menceritakan kasus yang saya alami. Customer Service (CS) BCA kemudian menekankan bahwa mereka tidak pernah bekerja sama dengan lembaga apapun seperti Blue Planet ini, memberikan hadiah atau diskon khusus. Saya kemudian memblokir kartu VISA saya yang nomornya sudah bocor ke tangan Erik lengkap dengan expiry datenya. Kebetulan kartu VISA tersebut sedikit patah pada bagian ujungnya, sayapun mengganti kartu VISA saya dengan yang baru.

Berdasarkan info BCA, transaksi 1.495.000 kemarin masih menggantung, artinya datanya sudah diterima BCA namun belum lengkap dan belum ter-posting ke dalam rekening saya. Katanya data akan terposting paling tidak 15 hari yang akan datang. Ketika saya meminta agar BCA meng-cancel transaksi saya sebesar Rp 1.495.000,-, CS BCA mengatakan sebaiknya saya langsung menghubungi pihak yang menelpon saya dan meminta mereka membatalkan, sebab di BCA sendiri belum mengetahui kapan, dimana dan terhadap perusahaan mana/siapa kartu kredit saya dipakai. CS tersebut juga mewanti-wanti saya agar berhati-hati dalam membubuhkan tanda-tangan, sebab jikalau tidak berhati-hati bisa saja tanda-tangan saya akan diambil oleh pihak orang yang menelepon saya lalu dijadikan bukti pembayaran.

Tak terasa, sudah siang, di Makassar sudah pukul 12.00 saya masih juga belum ditelepon oleh Erik. Saya kemudian keluar kantor untuk makan siang dan melakukan keperluan lainnya, termasuk ke Bank untuk beberapa hal lain. Setelah kembali ke kantor saya meneruskan pekerjaan saya, sambil terus menunggu telepon yang tak kunjung tiba dari Erik. Saya berinisiatif meneleponnya ketika sudah malas menunggu dan hari sudah semakin siang. Kira-kira pukul 14.00 saya kembali menelepon 021-3902268. Kali ini saya langsung mencari Erik.

Saya kemudian mengkonfrontasikan informasi saya kepada Erik, bahwa saya sudah ke hotel dan menelepon BCA, nama Blue Planet sama sekali tidak dikenal. Saya juga menekankan saya ingin membatalkan transaksi saya kemarin dan meminta mereka membatalkan mengirim kartu apapun ke rumah saya. Oleh Erik, saya kemudian dijelaskan bahwa saya harus melakukan reservasi KE MEREKA, bukan ke hotel langsung, begitu pula untuk pembelian tiket pesawat. Saya kaget, ini tidak dijelaskan kemarin. Saya kemudian mendesak untuk membatalkan transaksi kemarin, oleh Erik dikatakan bahwa karena mereka online, maka data saya sudah terkirim ke merchant mereka dan tidak dapat ditarik kembali. Saya mempertanyakan, bahwa justru karena online-lah maka pembatalan menjadi sangat mudah. Mungkin si Erik tidak mengerti, sehingga ia kemudian kembali mengulang kalimat bahwa transaksi sudah tidak bisa dibatalkan karena online. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa sejak transaksi, sudah berlalu 24 jam, makanya transaksi tidak bisa dibatalkan. Kebetulan saat itu Baterai HP CDMA saya mati, jadi saya lanjutkan menelepon dengan GSM saya, yang kemarin dihubungi si Erik. Di situ saya langsung mengecek, sesungguhnya jam berapa Erik menelepon saya. Ternyata belum sampai 24 jam! Erik menelepon saya pukul 15.05 WITA, sementara saat itu baru pukul 14.15 WITA. Saya sempat ngotot bahwa ini belum 24 jam, mohon dibatalkan saja, namun ia kembali dengan alasan online-online, tidak bisa lagi.

Saya pikir daripada saya berdebat dengan orang yang tidak mengerti teknologi, lebih baik saya meminta agar bagaimana saya mendapat informasi lebih lanjut, saya ingin mengetahui apa sebenarnya Blue Planet ini, dan dijawab dengan meminta saya melihat website dari Blue Planet jika saya tidak percaya. Saya kemudian mengatakan saya sudah mencari, tapi tidak ada Blue Planet seperti perusahaan mereka di Internet (coba aja search sendiri, tanpa kata ‘tour’). Sebelumnya saya memang sudah Googling dengan kata kunci: ‘”Blue Planet” Indonesia visa discount voucher’. Saya kemudian meminta alamat web mereka untuk mengecek lebih lanjut. Oleh Erik saya diberi alamat e-mail (ni orang gak ngerti Web kali ya :D), blueplanet_tours@yahoo.co.id, setelah saya mulai komplen, “Alamat websitenya?” ia pun menjawab (sambil terdengar suara wanita yang berteriak dari belakang), www.blueplanettour.com. (pake mengeja ‘whisky-whisky-whisky’, dia pikir saya yang blo’on) Saya pun menutup telepon dan mengatakan saya akan menelpon kembali sebentar lagi setelah mengecek website mereka.

Di sinilah saya tahu bahwa saya ditipu dan dijebak. Permainan yang buruk, cara bisnis yang tidak beretika dan penuh kepalsuan. Blue Planet rupanya tidak lebih dari perusahaan tour dan travel yang sedang menjaring customer baru. Saya benar-benar jengkel. Apalagi ketika membuka website mereka, web mereka sangat minim informasi, apalagi yang berhubungan dengan “Hadiah” yang saya dapatkan. Saya langsung menelepon kembali ke 021-3902268, mencari Erik kembali. Setelah menunggu sebentar, Mira, yang menerima telepon (sepertinya orang yang sama dengan tadi pagi), mengatakan bahwa Erik sudah pergi dan menyarankan saya telepon kembali besok. Saya langsung mengatakan saya ingin membatalkan transaksi yang kemarin, sambil menjelaskan bahwa saya tidak diberi penjelasan lengkap sebelumnya. Saya juga katakan saya tidak butuh penawaran seperti ini, lagipula saya jarang bepergian. Selain itu jika ingin bepergian, di Makassar sudah ada perusahaan Tour dan Travel langganan saya yang bisa saja dapat saya mintai fasilitas atau ‘membership benefits’ seperti yang mereka tawarkan. Mira kembali mencoba meyakinkan saya dengan berbagai fasilitas yang bisa saya dapatkan, tapi saya tetap tidak tertarik. Saya sudah merasa dikelabui. Itu sudah cukup menggambarkan bagaimana perusahaan ini sebenarnya. Iapun mengatakan akan menginformasikan hal ini ke Erik dan meminta saya menelepon kembali besok. Ya, saya akan menelepon besok, tunggu saja.

Saya ingin menyimpulkan. Saya merasa Blue Planet sudah mengelabui saya. Tanpa menyebut kata tour yang seharusnya menjadi identitas perusahaan mereka, mereka membuat saya mengira mereka adalah perwakilan VISA yang memberikan hadiah kepada saya. Dengan licik mereka berhasil mendapatkan nomor kartu kredit VISA saya, lengkap dengan expiry date-nya. Memang saya bodoh, sebab saya sendiri tidak awas ketika membocorkan informasi ini. Apalagi di saat-saat seperti ini, saat anak kedua saya akan lahir beberapa minggu lagi, pasti butuh uang yang cukup banyak nantinya, saya malah menyumbang hampir 1.5 juta ke Erik.. Oleh karena itulah cerita ini bela-belain saya tulis. Agar anda-anda di luar sana berhati-hati dengan travel agency seperti ini. Kalau ada yang mau bantu saya ‘ngecek’ ;), ini alamat mereka:

Blue Planet Tours
Gedung Parameta
Jl. KH. Fahruddin No. 4B, Lt. 3
Tanah Abang, Jakarta Pusat
(021) 31902268
blueplanet_tours@yahoo.co.id
www.blueplanettour.com (hati-hati bukan ‘tours’)
DAN, kalau berbaik hati, sudilah meningkatkan pagerank halaman ini, tentunya dengan bantuan om Google… (si Erik gak ngerti kali ya…)
Ingat! Anda bisa saja turut membantu menyelamatkan orang lain yang siap ditipu!!! Sori kepanjangan…
Buat Blue Planet Tour Indonesia: If Customer is the King, then I’m a really angry King!

Update:

Sejak 5 September 2006, di weblog ini saja sudah 5 orang yang menceritakan mengalami kejadian yang sama. Lucunya, di kantor saya di Makassar ini, salah satu staff Administrasi saya juga tertimpa masalah yang sama (suaminya tepatnya). Malah mereka (kawan saya ini) sudah sempat dikirimi ‘kartu keanggotaan’nya. Saya akhirnya sarankan untuk menghubungi BNI (bank penyedia kartu mereka), untuk melaporkan kejadian ini. Oleh Card Center BNI, mereka disarankan untuk tidak tanda-tangan dan mengembalikan barang yang sudah diterima. Apesnya, mereka baru sadar setelah tagihan sekitar 1,6juta muncul di rekening kartu kredit mereka. Setelah mengirim balik barang-barang yang diterima dari Blue Planet dan memperlihatkan bukti kirim ke BNI, akhirnya tagihan itu hilang pada bulan berikutnya.

Melengkapi cerita saya yang sudah sangat panjang dan tidak di-update lagi di atas.. Saya-pun akhirnya tidak membayar hampir 1,5 juta itu. Ke-esokan harinya ketika itu (6/9/2006) saya menelepon dan akhirnya membuat jengkel pihak blue planet dengan beberapa e-mail, komentar di guestbook mereka, dan posting blog ini. Hari itu saya juga akhirnya ribut dengan salah satu manager (?) mereka, yang dengan sombongnya menceritakan besarnya aset mereka yang katanya bisa membuat mereka mendapatkan mesin khusus dimana kartu kreditnya tidak perlu digesek, tapi cukup dengan memasukkan angka saja. Saya yakin, dia sangat marah dengan ‘teror’ melalui e-mail dan komentar guestbook yang saya kirimkan, padahal saya cuma bilang “Kembalikan uang saya…”, “Saya merasa ditipu…”. Mungkin akhirnya mereka ‘menyerah’ juga dan membatalkan transaksi itu, sebab akhirnya saya tidak pernah menerima apapun dari mereka (orang rumah juga sudah saya wanti-wanti, untuk tidak menerima apapun yang dikirim untuk saya pada hari-hari itu). Dan memang pada akhir bulan Mei itu tidak muncul tagihan apapun di rekening kartu kredit saya.

Saran saya untuk yang sudah/sedang/akan mengalami:

  1. Like everyone said, jangan beritahukan nomor kartu kredit anda kepada siapapun. Tapi kadang-kadang mereka memang terlalu licik untuk orang-orang jujur dan sederhana seperti kita ini ๐Ÿ˜›
  2. Jika sudah terlanjur memberikan, tekankan ke mereka, teror mereka dan terus marahi mereka sambil mengatakan “Saya minta transaksi saya kemarin/waktu itu/tadi DIBATALKAN!” Jangan lupa minta e-mail address atau website terbaru mereka, siapa tahu sudah ganti beberapa kali hingga saat ini. (Maaf, saya terlalu malas dan tidak bernafsu lagi untuk menelusuri)
  3. Pada saat yang sama, hubungi Card Center kartu kredit anda, katakan anda baru saja ditipu orang, dan tidak sengaja memberikan Nomor kartu anda beserta expiry datenya via telepon ke orang tersebut. Jika diperlukan, blokir saja kartu anda, walaupun harus mengeluarkan biaya untuk menggantinya, tapi tidak sebanding dengan jutaan rupiah yang akan ditipu dari anda. Pihak penyedia kartu juga akan bertambah yakin bahwa anda memang sudah ditipu.
  4. Seperti saran bank/penyedia kartu kredit, berhati-hatilah kalau menanda-tangani sesuatu, jangan terima kiriman mereka, bahkan kirim balik kalau mereka sudah mengirim barang untuk anda. Simpan baik-baik resi pengiriman untuk menjadi bukti di bank/penyedia kartu.
  5. Yang terakhir, CERITAKAN pengalaman anda melalui weblog, milis, dsb. Ingat gunakan kata-kata kunci “BLUE PLANET TOUR” atau “BLUE PLANET” dengan banyak menggunakan kata-kata tipu, kartu kredit, tour, dsb supaya mudah dikenali oleh Google dan sebangsanya, siapa tahu ada kawan-kawan yang sedang ditipu dan ingin mencari tahu tentang mereka.

Di sisi lain, kalau kebetulan ada dana lebih, udah gitu memang sering keluar kota, dan anda memang tinggal di Jakarta, sebenarnya tawaran mereka cukup menarik, sebab dengan membayar segitu, kita katanya udah dapat beberapa voucher hotel yang kalau saya hitung-hitung cukup berimbang dengan dana yang kita keluarkan. ๐Ÿ˜€ Saya betul-betul cuma tidak suka dengan cara pemasaran mereka. Produknya sih belum tentu jelek, sayang ‘budaya perusahaan-nya’ yang jelek. Too bad.

111 thoughts on “Modus Penipuan Blue Planet Tour

  1. mba shinta dan mas fachry.

    mohon info contact yang bisa dihubungi agar bisa mencari solusi unk masalah penipuan ini. ini nomor telepon saya 081807110624.
    terima kasih

  2. Puji Tuhan uang saya sudah kembali 1.950.000.
    bagi korban yang lain terus kejar mereka setiap hari agar uang bisa kembali seluruhnya. untuk yang lainnya agar lebih berhatihati dengan modus penipuan seperti ini. semoga tidak ada korban lagi. amin!

  3. Rere cara bs balik gmn? Aku jg bru tdi siang nih kena 1.950.000 ๐Ÿ™

  4. Saya juga mengalami kejadian ?ยช?? sama buat shinta ?รค? fachry bisa menghubungi 081293501705 kita berbagi informasi

  5. sya jg baru sja kena kejadian serupa.
    ditawarkn dr Nirwana Tour.
    Kronologisnya begini:
    Awalnya 13/09/15 pihak Nirwana Tour yang
    menawarkan kartu diskon belanja, penginapan, dan
    penerbangan dan berlaku selama 5 tahun di semua
    tempat berlogo VISA/MASTER CARD. Kartu diskon
    itu bisa dicicil 24x. Mereka juga bilang jika tidak
    dipakai maka bisa di kembalikan seluruhnya. Katany 1 mnggu sblm tgl cetak akan ditlp konfirmasi mau dipake ato tdk,,kl tdk y akan dibatalkan,,jd tdk tertagih di tagihan.
    Setelah bla..bla..bla.., merekapun datang ke kantor
    saya tgl 15/09/15 jam 10.00 dan menyerahkan amplop berisi
    karu diskon beserta perangkat lainnya di kantor saya
    dan menggesekkan kartu kredit MANDIRI saya di
    mesin EDC BCA yang dia bawa. Karena terburu2,
    Ya percaya saja.
    Apakah uang kita bisa kembali?
    Tolong saranny

  6. saya sdh hubungi pacific buana, sdh tidak diangkat2 lagi kyknya mrk udah kabur ๐Ÿ™

  7. saya juga mengalami penipuan yg sama persis akhir tahun 2015,dgn mengatakan “selamat anda mendapatkan hadiah akhir tahun dari kartu kredit bca berupa voucher gratis penginapan bukit thalita puncak” terus gak lama salesnya datang sambil menyerahkan voucher tsb dan meminta saya untuk mendebit kartu visa saya dgn alasan untuk di perbaharui dan bodohnya saya juga mau aja menandatangani faktur surat yg anehnya sy gak sempat baca atau periksa isi faktur tsb karena saking percayanya . sebulan kemmudian tagihan kk saya membengkak raib uang saya rp. 4.950.000….sy baru sadar kena tipu begitu telepon hallo bca dan lebih aneh lg saya baru sadar kallo faktur tsb isinya surat perjanjian pembelian voucher penginapan hotel bukit thalita…suwee!

  8. Saya kmren jg barusan kena modus yang sama dari tatea tourtravel, tagihannya 2.300.000, tapi cc saya belum bisa digunakan karna blum aktif karena memang belum pernah saya gunakan, tapi dia minta agar saya bisa bayar lewat kartu debit saya. Akhirnya karna di atm saya, saldo jg tidak sampe 1 juta, nah dia minta di gesek 500.000 dlu aja dan sisanya hari ini akan kembali untuk digesek lagi, begitu gmana uang saya bisa kembali ya? Mohon bantuannya, terimakasih

  9. Mbak Nur Afdila saya juga kena modus penipuan yang sama… saya minta nomor telfon nya mbak Nur Afdila, no saya 087873390857

  10. Jangan pernah percaya dengan tawaran discount Dari travel mana pin. Lebih baik konfirmasi ke pihak bank terlebih dahulu apa benar mereka menawarkan paket yang di tawarkan agen penipu itu.

    Kalau saya kemarin tertipu oleh agen NIRWANA TOUR 5,000,0000. Uang saya hilang begitu Aja. Waktu itu mereka memberikan penawaran voucher hotel yang bisa di gunakan hingga 5 tahun. Pihak bank juga tidak bisa melakukan pembatalan krn harus disetujui oleh penerima uang itu. Waktu itu saya tertipu CC Visa mandiri.

  11. Saya 2 thn lalu tertipu oleh mrk yg mengatas namakan Nirwana Indah Tour. Dihubungi nomor kontak dan email tak ada yg bisa masuk. Terakhir, hari ini, tadi masih bs menipu sy juga dg menyatakan bhwa saya masih masuk keanggotaan dan akan diperpanjang otomatis nti jam 8 malam. Bisa saja dibatalkan tp dengan membayar biaya pinalty karena belum 5 tahun. Karena berfikir dr pd akan hilang lagi hampir 4 jt, mrk minta 1,9jt utk biaya penonaktifan. Pertama ditransfer, katanya masih pending,belum masuk, nanti masuk jam 10 malam (orangnya bilang karena sistem bank smart spending, jd masih antri. Padahal sy tahu smart spending itu apa. Tp dasar sy jg jd bego lantaran sudah dekat limit waktu akan diperpanjang lagi, akhirnya mengiyakan sj untk transfer ke 2 x nya lwt atm bank lain). Tapi setelah kirim 2 x, habis itu nomor telepon is dead.. Sdh dibuatkan laporan ke cybercrime mabes, lgkap dg bukti transfer, rekaman telp, email, sms.. minimal pingin saja spy tdk ada lagi korban2 dr sindikat ini.. Kl masalah tertipu, ya berusaha ikhlas sj, sdh terjadi begitu, dan mgkin memang bukan rejeki sy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*