<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>john's log &#187; personal</title>
	<atom:link href="http://john.chendra.net/category/personal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://john.chendra.net</link>
	<description>one day at a time</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 02:52:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Alumni kapan?</title>
		<link>http://john.chendra.net/2010/04/04/alumni-kapan/</link>
		<comments>http://john.chendra.net/2010/04/04/alumni-kapan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 15:15:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>john</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[fun]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[stupid things]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://john.chendra.net/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini sering terpikir soal alumni-alumni-an ini. Mungkin pengaruh maraknya acara kumpul-kumpul alumni (reuni) yang ada di sekitar saya (dan di kota Makassar). Tetapi ada satu hal yang paling mengganggu pikiran saya ketika melihat fenomena ini.
Sebenarnya, tahun yang manakah seharusnya disebut sebagai tahun kita, TAHUN MASUK  kah? atau TAHUN LULUS kah?
Sejauh ini saya sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini sering terpikir soal alumni-alumni-an ini. Mungkin pengaruh maraknya acara kumpul-kumpul alumni (reuni) yang ada di sekitar saya (dan di kota Makassar). Tetapi ada satu hal yang paling mengganggu pikiran saya ketika melihat fenomena ini.</p>
<p>Sebenarnya, tahun yang manakah seharusnya disebut sebagai tahun kita, TAHUN MASUK  kah? atau TAHUN LULUS kah?</p>
<p>Sejauh ini saya sampai pada kesimpulan:<br />
Untuk tingkat Universitas ke bawah, yaitu untuk tingkat pendidikan berjenjang yang lebih pasti dan &#8216;<em>fixed</em>&#8216; usianya, maka seharusnya yang dipakai adalah TAHUN LULUS, dengan alasan bahwa &#8216;kekakuan&#8217; usia sekolah itu mau tak mau &#8216;memaksa&#8217; kita untuk lulus bersamaan (kecuali ada kondisi khusus yang tinggal kelas, dsb, tetapi hal ini pun masih <em>debatable</em>).<br />
Hal ini tidak ditemui di perkuliahan, yang mana tahun kelulusan sebenarnya lebih fleksibel, tergantung kerajinan si mahasiswa ;D</p>
<p>Sementara untuk yang tinggal kelas, sifatnya berbeda dengan &#8216;gagal&#8217; di perkuliahan. Pada saat seseorang gagal di perkuliahan (pada mata kuliah tertentu), dia cukup mengulang mata kuliah itu saja, dan tidak perlu mengulang seluruh mata kuliah yang diambilnya dalam satu semester, sehingga dia tidak perlu selalu &#8216;bersama&#8217; adik kelasnya dan mengulang dari awal semuanya lagi. Hal ini berbeda dengan mereka yang tinggal kelas ketika di SMA-SMP atau SD. Pengulangan setahun itu membuat kawan-kawan tersebut menjadi bagian dari generasi selanjutnya, dan &#8216;meninggalkan&#8217; generasi sebelumnya. Sesungguhnya merekalah yang beruntung, sebab punya lebih banyak teman dari 2 tahun kelulusan yang berbeda <img src='http://john.chendra.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sementara untuk tingkatan yang lebih tinggi, tepatnya S-1, maka sebaiknya yang dihitung adalah TAHUN MASUK. Alasannya, tahun kelulusan bisa beragam, sebab tak ada batasan tertentu yang HARUS dipenuhi untuk lulus kuliah. Saya butuh 4 tahun, kawan saya mungkin ada yang 5, 6 atau lebih, ada juga yang 3,5 tahun udah lulus. Masalahnya, ketika saya lulus di tahun ke-4 itu, ada tuh yang wisuda bareng saya tapi masuknya 1 atau 2 tahun lebih awal dari saya (dia kuliah 5-6 tahun), atau ada juga yang masuknya 1 tahun lebih cepat dari saya (anggaplah dia manusia super yang menyelesaikan kuliah hanya 3 tahun).<br />
Nah kalau sudah begitu di bangku kuliah, maka tidak <em>fair </em>untuk menghitung berdasarkan tahun kelulusan, harusnya tahun masuk yang jadi dasar. Dan toh ketika perkuliahan berlangsung, biasanya yang jadi kawan terakrab kita ya mereka-mereka yang se-angkatan dengan kita.. se-angkatan masuk, bukan se-angkatan lulus (sebab kita tidak tahu kapan sebenarnya kita akan lulus). Yah, ini asumsi normal, bukan untuk para pecinta kampus, para mahasiswa abadi.. <img src='http://john.chendra.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi, bagaimana menurut anda, seperti apakah tahun alumni kita harus dikategorikan? Apakah harus disebut setiap kali, misalnya ALUMNI SD X TAHUN LULUS 1990 atau ALUMNI UNIV. Y TAHUN MASUK 2009&#8230; atau bagaimana?</p>
<p>Bagaimana pula dengan cara bakunya? (adakah cara baku perhitungan ini dalam pelajaran &#8220;Bahasa dan Sastra Indonesia&#8221;?) atau bagaimana dengan bangsa-bangsa lain menyebut tahun alumni ini? Sepertinya di Amerika, istilah &#8220;class of xxxx&#8221; merujuk pada tahun kelulusan&#8230; apakah hal ini berlaku untuk semua tingkatan sekolah?</p>
<p>Kalau saya, saya lebih suka dengan kesimpulan saya di atas. Berbeda antara SD-SMP-SMA dan Universitas.</p>
<p>Tapi masih belum ada gambaran untuk perkuliahan tingkat lanjut (S-2, S-3, Post Doctorate).. tapi sepertinya studi-studi pada tingkat itu sudah lebih personal dan jarang ada lagi grup-grup alumninya.. <img src='http://john.chendra.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Wah, rencananya 2-3 kalimat, kok jadi 3 lembar gini ya.. <img src='http://john.chendra.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  hahahaha.. it&#8217;s good to blog again.. see you!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://john.chendra.net/2010/04/04/alumni-kapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testing123</title>
		<link>http://john.chendra.net/2009/09/16/testing123/</link>
		<comments>http://john.chendra.net/2009/09/16/testing123/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 16:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>john</dc:creator>
				<category><![CDATA[fun]]></category>
		<category><![CDATA[jcnet]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://john.chendra.net/2009/09/16/testing123/</guid>
		<description><![CDATA[Test posting from wordpress for iPhone&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Test posting from wordpress for iPhone&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://john.chendra.net/2009/09/16/testing123/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>21 Hari</title>
		<link>http://john.chendra.net/2008/10/07/21-hari/</link>
		<comments>http://john.chendra.net/2008/10/07/21-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 18:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>john</dc:creator>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://john.chendra.net/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Jadi ceritanya&#8230; saya lagi cari asuransi jiwa term-life seperti saran priyadi di salah satu postingnya. Tadi siang sebelum pulang makan siang (yea rite, jam 3 baru mau makan siang..), saya sempatkan diri ke bank Mandiri, selain karena dekat dari rumah dan sudah punya account di sana, ya karena menurut Narsum yang tak jelas moralnya itu.. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi ceritanya&#8230; saya lagi cari asuransi jiwa term-life seperti saran <a href="http://priyadi.net/">priyadi</a> di salah satu <a href="http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/">postingnya</a>. Tadi siang sebelum pulang makan siang (yea rite, jam 3 baru mau makan siang..), saya sempatkan diri ke bank Mandiri, selain karena dekat dari rumah dan sudah punya account di sana, ya karena menurut Narsum yang tak jelas moralnya itu.. mereka jual dua-duanya, asuransi term-life dan ReksaDana. Berhubung asuransi via EduPlan BII akan segera habis di Januari 2009 saya rasa saya harus cepat mencari penggantinya sebelum semuanya terlambat.. hehehe kok tragis gitu ya <img src='http://john.chendra.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lanjut.. Sepulang dari Bank Mandiri, baru aja masuk mobil.. ada telepon dari <a title="coba search di gugel tentang ACE Insurance" href="http://www.google.com/search?q=ace+insurance">ACE</a> <a href="http://aceusa.com">Insurance</a> <a title="Situs ACE Insurance Indonesia" href="http://www.aceinsurance.co.id">Indonesia</a>&#8230;<br />
Kebenaran telepon ini masih saya ragukan sampai sekarang, tapi kok makin lama makin yakin bahwa mereka beneran, bukan akal-akalan seperti kasus <a href="http://john.chendra.net/modus-penipuan-blue-planet-tour/">Blue Planet</a> dulu.<br />
Ajaibnya, mereka nawarin asuransi term life dengan premi yang lebih murah daripada yang di Bank Mandiri, tapi dengan UP (Uang Pertanggungan) yang lebih besar  (katanya saya no. 15 dari 35 org Makassar yg &#8216;beruntung&#8217;.. kalimat ini yang bikin saya ragu). Setengah takjub, saya sempat curiga, apa dia ada &#8216;main&#8217; dengan Financial Advisor di Bank Mandiri tadi ya.. tapi ternyata tidak, sebab kata orang rumah, dia udah nyari saya sejak sebelumnya (telpon ke rumah).. sebelum saya ke Bank Mandiri. Saya juga makin takjub karena ketika si petugas call-center menceritakan semua premi dan UP itu, saya sama sekali tidak mengindikasikan bahwa saya sedang mempertimbangkan membeli asuransi dengan UP yang segitu.. nanti belakangan, setelah banyak bertanya, saya baru &#8216;buka kartu&#8217; ke dia bahwa memang saya sedang mencari dan men-survei mengenai asuransi term-life.</p>
<p>Nah, Setelah menolak 2 kali utk memberikan no. kartu kredit.. akhirnya saya luluh juga, istilahnya, <em>too good to be true, too precious to skip through..</em> saya pikir&#8230; yaa.. paling saya rugi go-ban lagi untuk blokir dan re-request kartu visa baru dari BCA.. kalau saja si Hassel (nama yg aneh utk cowok) itu tadi nipu.<br />
Eniwei, Kita liat aja 21 hari ke depan, ada polis ga dateng ke rumah.. lumayan, 73rebu sebulan, bisa diperpanjang tiap tahun tanpa merubah premi &amp; UP (apa tuh namanya um pri.. <em>guaranteed renewability</em> ya?) persis yang gw mau, dan jauh lebih baik daripada penawaran AXA di B.Mandiri yang setelah saya tanya, katanya tiap 5 tahun premi akan naik, tapi UP-nya tetap..</p>
<p>Terakhir, ada yang punya pengalaman dengan ACE Insurance? <a href="http://www.aceinsurance.co.id/">aceinsurance.co.id</a> alamatnya. Dari hasil nanya-nanya om gugel sih, sepertinya perusahaannya oke punya, dan merupakan cabang dari ACE Insurance di luar negeri.</p>
<p>Dan paling terakhir: dengan bantuan plugin <a title="Great Plug-In, Try IT!" href="http://wordpress.org/extend/plugins/wordpress-automatic-upgrade/">Wordpress Automatic Upgrade</a>, saya berhasil lepas dari ketergantungan terhadap Fantastico <img src='http://john.chendra.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  dan mudah-mudahan bisa terus mengikuti perkembangan WP dengan cefat dan menambah semangat untuk sering-sering mengupdate blog <img src='http://john.chendra.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://john.chendra.net/2008/10/07/21-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
