Multiboot

Posted on May 22nd, 2009 by john.
Categories: FOSS, fun.

Pada akhir 2008 yang lalu, LUGU menyelenggarakan sebuah acara yang memperlihatkan keanekaragaman dan keunikan dari berbagai distro Linux yang populer. Acara itu berjudul Multi Release Party, yaitu mengambil momen kemeriahan peluncuran berbagai versi baru dari distro-distro yang ada. Ide menarik yang muncul kemudian adalah bagaimana jika distro-distro tersebut kita ‘kawinkan’ bukan hanya pada presentasi saja, tetapi dalam sebuah komputer. Ini mengantar kita pada istilah multi-boot, modifikasi dari istilah “dual boot” yang biasanya dipakai untuk komputer yang berisi dua sistem operasi (OS) yaitu Windows dan GNU/Linux atau Mac OS dan GNU/Linux. Biasanya metode dual boot ini dipakai oleh mereka yang baru mengenal dan ingin mencoba GNU/Linux tanpa menghapus OS lama mereka, atau dipakai oleh mereka yang memiliki kebutuhan khusus yang masih belum terjawab di GNU/Linux.

Berikut beberapa langkah-langkah untuk membuat komputer anda menjadi multi boot:

  1. Sediakan partisi yang cukup, sesuai kebutuhan. Komposisi minimal partisi harddisk yang diperlukan adalah: 1 partisi untuk masing-masing jenis Windows, 1 partisi swap untuk GNU/Linux, 1 partisi untuk masing-masing distro yang ingin diinstal (4 distro = 4 partisi). Secara opsional, kita bisa juga menggabungkan partisi /home untuk ke-empat distro tersebut menjadi satu, namun harus diperhatikan agar jangan ada nama user yang sama pada masing-masing distro. Untuk kemudahan dan kelancaran multi boot ini, kita tidak memisah-misahkan partisi lainnya seperti /usr, /var, dsb, khususnya partisi /boot. Sebagai contoh, komposisi partisi yang kami buat seperti ini:
    /dev/sda1 : Windows 1
    /dev/sda2 : Windows 2 (data)
    /dev/sda5 : Linux swap
    /dev/sda6 : OpenSUSE
    /dev/sda7 : Fedora
    /dev/sda8 : Ubuntu
    /dev/sda9 : Slackware
    Penyusunan partisi ini dapat anda buat di Windows, ataupun di GNU/Linux menggunakan program fdisk atau cfdisk. Ruang harddisk yang disarankan untuk partisi GNU/Linux adalah masing-masing sebesar 10GB.
  2. Instal terlebih dahulu OS atau distro yang paling ’sombong’. Maksudnya, yang paling pertama yang harus diinstal adalah sistem operasi atau distro yang tidak secara otomatis mendeteksi OS atau distro lain. Biasanya, OS seperti ini akan secara otomatis menghapus bootloader lain yang sudah terpasang sebelumnya. Hal ini dimaksudkan agar OS/distro tersebut tidak menghapus konfigurasi yang sudah kita buat ketika menginstal OS atau distro sebelumnya. Sederhananya, poin ini menyarankan anda menginstal Windows terlebih dahulu.
  3. Langkah berikutnya, instal Distro yang paling ’sulit’. Pada contoh ini, kami menginstal Slackware 12.2 dengan alasan selain metode instalasi yang masih text mode, juga karena Slackware menggunakan LILO sebagai bootloader, berbeda dengan yang lain yang sudah menggunakan GRUB, sehingga metode bootingnya sedikit berbeda. Beberapa hal yang perlu diingat ketika menginstal Slackware:
    1. Pastikan anda menginstal bootloader BUKAN pada Master Boot Record (MBR), tetapi pada partisi root Slackware sendiri. Hal ini berlaku untuk semua distro kecuali distro terakhir yang ingin anda gunakan bootloadernya. Sebenarnya menginstal bootloader langsung ke MBR dimungkinkan, tetapi sebaiknya dilakukan dengan hati-hati.
    2. Pastikan anda menjalankan script mkinitrd sebelum melakukan restart setelah instalasi. Contoh:

      # mkinitrd -c -k 2.6.27.7-smp -m ext3

      Selengkapnya mengenai hal ini memerlukan penjelasan yang lebih detail mengenai proses instalasi Slackware, dan tidak dapat kami jelaskan secara rinci di sini.

  4. Instal secara berturut-turut distro lainnya sesuai selera anda, yang perlu diperhatikan adalah instal-lah distro yang paling tidak anda kuasai terlebih dahulu, kemudian diakhiri dengan distro yang paling anda kuasai. Dalam percobaan yang kami lakukan, beberapa distro dapat langsung mengenali distro lain yang sudah terinstal, sehingga sangat memudahkan proses instalasi selanjutnya. Urutan yang kami sarankan setelah Slackware adalah Fedora, Ubuntu kemudian diakhiri dengan OpenSUSE.
  5. Yang perlu diperhatikan dalam instalasi Fedora adalah ia tidak langsung mengenali instalasi Slackware yang sudah ada, biasanya bootloader Fedora hanya akan mengenali partisi dan instalasi Windows. Oleh sebab itu sebaiknya Fedora tidak diinstal terakhir kecuali anda dapat menambahkan manual distro-distro lainnya pada GRUB.
  6. Ubuntu maupun openSUSE dapat mengenali dengan baik distro-distro yang diinstal sebelumnya, oleh sebab itu dapat dijadikan pilihan terakhir untuk instalasi. Untuk memudahkan, kami sarankan menginstal openSUSE terakhir sebab secara grafis tampilan GRUB openSUSE lebih indah daripada Ubuntu.

Sebagai bahan referensi, sebaiknya anda menguasai beberapa hal berikut sebelum mencoba multiboot ini:

  • paham tentang partisi harddisk, paham menggunakan program fdisk atau cfdisk
  • paham tentang bootloader GRUB dan lebih baik bila dapat melakukan penyuntingan sederhana terhadap file grub.conf. Bacalah manual dan info mengenai grub jika ada hal yang meragukan (# man grub dan # info grub)

Akhir kata, Selamat mencoba!

0 comments.

Cambridge Launched to Explore Solar System (Fedora 10)

Posted on November 27th, 2008 by john.
Categories: FOSS, Fedora, fun.

DATELINE: 2008-11-25

KEY FINGERPRINT: 61A8 ABE0 91FF 9FBB F4B0 7709 BF22 6FCC 4EBF C273

LOCATION: GEOSYNC ORBIT, FEDORA SPACE STATION VIA GLOBAL IRC NETWORK

BROADCASTING: FREEDOM FRIENDS FEATURES FIRST

(Cue J. Strauss’ “Blue Danube.”)

THIS IS FEDORA SPACE OPERATIONS ANNOUNCING with great pleasure the
successful launch of the new ship, Fedora 10: “Cambridge.”

Strapped into the pilot seats are the latest GNOME (2.24) and KDE (4.1),
accompanied on their amazing journey by an all star crew of glitch free
audio, better printing and webcam support, and a new faster graphical
startup.

Also on this ride are wireless connection sharing and the next evolution
in PackageKit, hooking through your multimedia applications to help
install supporting software (codecs).

For developers and system administrators on this mission, we have built
in appliance tools, Eclipse 3.4, NetBeans IDE, improved virtualization
management with remote installation and storage capabilities, RPM 4.6,
and new security auditing toolsets.

Please remember to polarize viewports to properly enjoy Cambridge’s
brand new graphics theme, “Solar,” shining on the desktop. Also on this
flight is a new lightweight desktop environment, LXDE, joining the more
recent desktop envionment crew member, Sugar (from the starship OLPC
XO), and the venerable GNOME, KDE, and XFCE.

We are now leaving drydock for a 13-month mission of innovation and
exploration. Crew members and guests are invited to the forward lounge
to use, study, modify, and redistribute.

Get your copy of Fedora 10 today:

http://get.fedoraproject.org/

Join the many thousands of Fedora particpants and contributors:

http://join.fedoraproject.org/

If you missed the official launch, attend a Fedora 10 Launch Party near
you:

http://fedoraproject.org/wiki/FedoraEvents/ReleaseParty

[ This message was created by the Fedora Documentation Project ]

0 comments.

Coming Soon

Posted on November 13th, 2008 by john.
Categories: FOSS, Fedora.

1 comment.

a Fedora Log

Posted on July 8th, 2008 by john.
Categories: FOSS, Fedora, internet, weblog.

A Fedora Log, for IT and Fedora related stuff.

Ternyata mungkin lebih mudah memisahkan dunia IT dan dunia curhat blog ini… toh banyak resource (baca: domain yg sudah dibayar tapi ngga terpakai) yang selama ini nganggur.

Lagipula walaupun .or.id, tapi hostingnya di luar.. dan sepertinya jauh lebih reliable daripada yang ini.. :D hehehehe GRATIS pula :)

Kenapa harus “Fedora Log”? simpel saja, sebagai bukti kecintaan dan ke’fanatik’an saya kepada Fedora :) kalo gak ada yang ‘fanatik’ rasanya kurang lengkap kan? Fedora juga saya anggap mewakili banyak hal lain, utamanya Freedom (kebebasan) dan Infinity (kekekalan), persis cita-cita fedora, Infinite Freedom :D Persis cita-cita free software :-)

Anyway, sebenarnya saya cuma mau buat pengumuman ada BLOG BARU Lagi…. :D

Cheers!

0 comments.

Bring out the Fedora!

Posted on June 20th, 2008 by john.
Categories: FOSS, Fedora.

Saya sedang membuat janji dengan diri sendiri.

Fedora dan Indonesia.. Fedora dan Makassar..

Harus bisa!

Nambah 1 kategori posting: Fedora

Nambah 1 kategori blogroll: Fedora

Nambah 1 kerjaan serius: sosialisasi Fedora!

Mari dukung Fedora!

0 comments.

The Prophecy of the 9 comes true (Fedora 9 walks the earth!)

Posted on May 15th, 2008 by john.
Categories: FOSS.

An ancient text prophesised this day would come, detailing the fate of all who are willing to accept what is offered to them:

http://docs.fedoraproject.org/release-notes/f9/index.html

And that day has come: the Computer said “I will convert these unbelievers, and now that I have Sulphur it will be easy.” At that, the heavens opened and burning Sulphur descended upon all the world, taking on many different forms.

First to hit were the live USB keys. The heathens cried out for mercy, but were powerless to resist. The sticks were damn persistent and non-destructively formatted – non-destructively! They showed up everywhere, casting out demons from computers infected by the dark one of the interwebs and rescuing lost data from the influence of the evil crackers.

Then, when they thought it couldn’t get any worse, the whole world was cast into shadow. Lit only by the dim light from their computer screens, they discovered a mysterious message scrolling across: “K K K K K K K K 4 4 4 4 4 4″. The screens flickered, and the light flooded out so that the shadow was lifted. After their eyes had adjusted they saw something so beautiful, teeming with so much potential that they began to break down. KDE 4 was on their desktops!

The descent gathered pace; next to hit the ground was FreeIPA. At first this puzzled what remained of the heathens, but then they realized…they realized that it was going to make system administrators lives a lot easier! A web interface and command line tools, interacting with Windows domains and Active Directories? It was all getting too much for them. Conversions were happening faster and faster, only aided by mobile broadband, static IP addresses, and much much more in NetworkManager.

Now, only a few doubters remained and what pushed them over the edge? The community, stupid! Tirelessly working to push out great code, great documentation and great artwork, inviting everyone to join where ever they were in the name of freedom.

http://join.fedoraproject.org

And the Computer, seeing that his work was accomplished and it was good, decided to rest. Pointing his browser at the Fedora mirrors, he switched off his monitor and waited for his Sulphur to return to him through the internet tubes, ready to enjoy another great release from the Fedora Project.

http://get.fedoraproject.org

http://fedoraproject.org/wiki/Releases/9/ReleaseSummary

(this message brought to you by the Fedora Documentation Team http://docs.fedoraproject.org/)

0 comments.

slipped..

Posted on April 22nd, 2008 by john.
Categories: FOSS.

untuk beberapa hari, posting ini akan bertahan di atas sini.. :)

0 comments.