You are looking at posts in the category coffee.
John Chendra; father of Japheth Adriel & Jared Ezekiel, husband of Yenni. A learning Human Being who is interested in Information Technology: Internet, Multimedia, System Administration and Security.. And nowadays: Finance & Accounting! :)
“There is no fear in love. But perfect love drives out fear, because fear has to do with punishment. The one who fears is not made perfect in love.”
Brought to you by BibleGateway.com. Copyright (C) NIV. All Rights Reserved.
(1 John 4:18, NIV)
| S | M | T | W | T | F | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Dec | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | |||
Posted on December 2nd, 2011 by john.
Categories: coffee, health.
Well, let’s try and write something down.. *nyatet*
Semoga tak jadi panjang nanti.. (/facepalm)
Ceritanya begini.. Beberapa hari lalu, sekilas saya mendengar perbincangan ringan antara beberapa pelanggan di toko kami. “Saya gak terlalu minum kopi, soalnya ada asam urat” kata salah satu bapak yang ditawari kopi oleh kawannya.
Saya kemudian penasaran, sebab saya juga mengalami hal yang mirip (kadar asam urat tinggi), tetapi saya cukup rajin meminum kopi, walaupun bisa dibilang On-Off. Ada kalanya karena malas menyeduh, satu hari saya lewati tanpa kopi sedikitpun. yaaa sebutlah #pengopimalas, kawan dari #bloggermalas kemaren
Nah, melanjutkan penasaran itu, akhirnya saya mencoba mencari info soal Asam urat dan Kopi. Tentu saja kepada guru terbaik abad ini, Google :) Dalam pemikiran logis saya, mungkin ada benarnya ada pengaruh kopi terhadap asam urat, yaa seperti kata orang, ada efek negatif kopi pada jantung, tekanan darah, dan sebagainya.. penyakit dalam lah.
Tetapi, hasil googling saya cukup mengejutkan.
Rupanya, belakangan ini (laporan itu terbit tahun 2007) ditemukan bahwa konsumsi kopi secara teratur justru membantu menekan level asam urat dalam darah, dan bahkan dengan konsumsi lebih dari 6 cup sehari, penurunan kadar asam urat bisa mencapai 59%! Fantastis. Jadi ceritanya, sebuah studi yang dilakukan selama 12 tahun menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara rutin menurunkan risiko terkena encok (gout) secara signifikan. Encok sendiri disebabkan oleh tingginya tumpukan asam urat pada sendi, yang pada akhirnya menjadi arthritis (radang sendi). Studi hubungan kopi dan tingkat risiko encok itu menunjukkan, bahwa:
Kopi yang dimaksud adalah kopi biasa, non decaf. Konsumsi kopi decaf juga mempengaruhi risiko encok, tetapi dengan pola yang sedikit berbeda. Pada kopi decaf, konsumsi 1-3 cangkir menurunkan risiko encok hingga 33%, sementara mereka yang mengonsumsi lebih dari 4 cangkir kopi decaf hanya menunjukkan penurunan risiko encok hingga 27%. Artinya semakin banyak konsumsi kopi decaf, penurunan risiko encok semakin kecil.
Nah, sharing ini menuntun saya pada diskusi ringan dan singkat bersama beberapa kawan, mengenai efek kopi pada penyakit lainnya seperti jantung dan hipertensi. To my surprise, ternyata risiko penyakit jantung dan hipertensi yang disebabkan oleh konsumsi kopi itu hanya mitos. Penelitian ilmiah justru membuktikan sebaliknya! Setidaknya itu yang saya dapatkan dari penelusuran melalui google
Akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa kopi, yang sebenarnya adalah ‘minuman ringan’ sesungguhnya, dengan kadar asam yang jauh lebih rendah daripada yang disebut ‘minuman ringan/softdrink’ itu.. tidak mengerikan seperti yang dibayangkan sebagian orang. Efek samping kopi terhadap kesehatan umumnya hanya mitos yang bisa dibilang subjektif. Lalu mengapa kita mendengar ada orang yang sakit ini atau itu, bahkan meninggal gara-gara konsumsi kopi? Menurut saya, semua salah kaprah. Kopi menjadi kambing hitam (yaaa kopi memang sering hitam, dan menurut cerita dikenalkan pada manusia oleh beberapa ekor kambing, tapi ya bukan berarti kopi itu kambing hitam
) dari perilaku dan pola hidup yang serampangan.
Umumnya, yang terjadi pada orang yang sakit atau meninggal “gara-gara” kopi adalah karena pola hidup yang tidak seimbang. Contohnya, coba kita lihat ‘kawan’ konsumsi kopi. Saya yakin, hampir semua orang _pernah_ minum kopi ditambah gula. Tau kan apa dampak negatif gula berlebih dalam tubuh manusia? Selain gula, kita juga temui rokok.. yang konon adalah salah satu faktor pencetus utama penyakit jantung dan berbagai penyakit lainnya. Bagi sebagian orang, kopi tanpa rokok itu bukan kopi
Jadi, saran saya, mari kita mulai menjernihkan kopi kita. Sekali-kali, cobalah minum kopi tanpa gula. Sedikit susu mungkin boleh, dan apabila memang harus, gunakanlah gula yang lebih sehat seperti gula rendah kalori. Kemudian soal rokok. Saran saya sih, jangan (atau kurangilah) merokok ketika minum kopi. Alasannya, selain soal kesehatan, sebenarnya sederhana: Rokok membunuh aroma kopi. Anda harus memilih, lebih cinta kopi atau rokok. Coba tanyakan pada perokok berat, yang ketika minum kopi harus sambil merokok. Apakah mereka bisa menikmati aroma kopi mereka? Bila jujur, saya yakin rata-rata akan sulit menikmati aroma kopi, sebab dalam hidung mereka hanya ada satu macam aroma.. aroma rokok
Alasan itu pula yang menyebabkan cafe-cafe besar biasanya melarang rokok dalam gerai mereka. Namun, berhubung ada kopi yang memiliki aroma cengkeh yang kuat.. bagi perokok, biasanya kopi ini justru menjadi kopi ternikmat yang bisa diminum..
Wah, sudah lebih dari 600 kata.. saatnya berhenti
mari kita belajar bersama, saya gunakan kata kunci “coffee and uric acid“, “coffee and heart disease“, dan “coffee and hypertension” untuk menemukan rahasia-rahasia terbaru hubungan kopi dan kesehatan. Sebagian keciiiiil sudah saya tuliskan di atas, sisanya mari dipelajari bersama
Anda asam urat? Anda jantungan? Anda hipertensi? Kopi mungkin bisa membantu anda.. dan jangan lupa jaga keseimbangan hidup. Sebab ada pepatah mengatakan, apapun yang berlebih itu tidak baik.
Referensi:
Posted on November 27th, 2011 by john.
Categories: coffee, personal, work.
Kopi!
Salah satu alasan yang cukup baik bagi saya untuk mulai (belajar) nulis lagi adalah Kopi!
Saya sedang belajar tentang kopi. Belajar dari mana? Ya dari mana saja, mulai dari para pakar seperti Kang Toni Wahid (@toniwahid) di blognya cikopi.com atau dari Kang Adi W. Taroepratjeka (@peminumkopi) dan blognya di aditaroepratjeka.wordpress.com hingga ke biangnya ilmu pengetahuan di masa kini seperti mbah Google dan tentu saja mbah Wikipedia.
Petualangan ini mulai secara alamiah sebenarnya sejak saya lahir. Saya lahir membawa “beban” brand kopi yang bagi saya berkah sekaligus “kutukan”, yang sudah melekat di keluarga saya selama sekitar seabad ini. Yaaa tidak heboh-heboh amat sih, tapi syukurlah cukup punya pelanggan setia yang bertahan hingga saat ini
Secara definitif, saya menetapkan bahwa perjalanan kopi saya mulai ketika pertama kali belajar membuat espresso, cappuccino dan latte di Esperto Barista Course yang diasuh oleh sang Master Franky Angkawijaya. Sekitar bulan Maret tahun ini.
Sejak maret itu, saya mulai ‘rajin’ membaca soal kopi. Mendengar di sini dan di sana, membeli buku atau apa saja yang bagi saya menarik soal kopi, hingga berusaha mencoba berbagai rasa kopi yang terjangkau dalam radar telinga dan mata dan tentunya kapasitas dompet saya
What an amazing world! Dunia kopi itu begitu menarik, dan menyenangkan, seperti kata pak Kasmito, salah satu jagoan kopi spesialti indonesia di bawah bendera Maharaja Coffee, bahwa pelaku usaha kopi itu orangnya baik-baik, suka saling berbagi dan cukup terbuka satu dengan yang lain..
petualangan kopi ini pula membawa saya akhirnya bisa bertemu dan belajar salah satu tokoh kopi dunia, salah satu orang yang memulai prakarsa kopi spesialti untuk arabica sekitar 25 tahun lalu.. Ted Lingle, sang Direktur Ekskutif dari Coffee Quality Institute dan SCAA, asosiasi kopi spesialti amerika.
Perjalanan itu akhirnya membawa saya pada hari ini, kurang lebih seminggu setelah saya menjalani minggu “ajaib” yang menjadikan saya tidak lagi memandang secangkir kopi dengan cara yang sama.. Ah, luar biasa kekayaan itu.
Anyway, ini kulminasinya. Untuk banyak belajar, saya harus banyak berbagi. Untuk memahami lebih atas apa yang saya baca, saya harus menuliskannya kembali. Bukankah begitulah alasan kita mencatat semua pelajaran ketika sekolah dulu? Entah seberapa baiknya kita menyimpan catatan itu. Mungkin dalam beberapa waktu catatan itu menjadi absurd, kuno, atau bahkan salah! Tetapi sadar atau tidak, catatan itulah yang mematangkan ilmu yang kita pelajari. Dan semoga saya betah untuk mencatat dalam pelajaran kali ini
Here’s something to start.. Semoga catatan ini bertahan dan tidak menjadi “salah” sebelum waktunya..
O iya, soal nama-nama di atas, umumnya saya (akhirnya) sudah bertemu secara langsung, dan untuk info lebih lanjut soal mereka.. Just ask google!
… #bloggermalas