Kopi dan Kesehatan

Well, let’s try and write something down.. *nyatet*

Semoga tak jadi panjang nanti.. (/facepalm)

Ceritanya begini.. Beberapa hari lalu, sekilas saya mendengar perbincangan ringan antara beberapa pelanggan di toko kami. “Saya gak terlalu minum kopi, soalnya ada asam urat” kata salah satu bapak yang ditawari kopi oleh kawannya.

Saya kemudian penasaran, sebab saya juga mengalami hal yang mirip (kadar asam urat tinggi), tetapi saya cukup rajin meminum kopi, walaupun bisa dibilang On-Off. Ada kalanya karena malas menyeduh, satu hari saya lewati tanpa kopi sedikitpun. yaaa sebutlah #pengopimalas, kawan dari #bloggermalas kemaren 🙂

Nah, melanjutkan penasaran itu, akhirnya saya mencoba mencari info soal Asam urat dan Kopi. Tentu saja kepada guru terbaik abad ini, Google 🙂 Dalam pemikiran logis saya, mungkin ada benarnya ada pengaruh kopi terhadap asam urat, yaa seperti kata orang, ada efek negatif kopi pada jantung, tekanan darah, dan sebagainya.. penyakit dalam lah.

Tetapi, hasil googling saya cukup mengejutkan.

Rupanya, belakangan ini (laporan itu terbit tahun 2007) ditemukan bahwa konsumsi kopi secara teratur justru membantu menekan level asam urat dalam darah, dan bahkan dengan konsumsi lebih dari 6 cup sehari, penurunan kadar asam urat bisa mencapai 59%! Fantastis. Jadi ceritanya, sebuah studi yang dilakukan selama 12 tahun menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara rutin menurunkan risiko terkena encok (gout) secara signifikan. Encok sendiri disebabkan oleh tingginya tumpukan asam urat pada sendi, yang pada akhirnya menjadi arthritis (radang sendi). Studi hubungan kopi dan tingkat risiko encok itu menunjukkan, bahwa:

  • Konsumsi kopi 1-3 cangkir (cup) sehari, menurunkan risiko encok hingga 8% (what? kecil amat, gak signifikan lah!.. tunggu dulu)
  • Konsumsi kopi 4-5 cangkir (cup) sehari, menurunkan risiko encok hingga 40% (.. nah mulai terasa kan? 🙂
  • Konsumsi kopi di atas 6 cangkir (cup) sehari, menurunkan risiko encok hingga.. 59%!

Kopi yang dimaksud adalah kopi biasa, non decaf. Konsumsi kopi decaf juga mempengaruhi risiko encok, tetapi dengan pola yang sedikit berbeda. Pada kopi decaf, konsumsi 1-3 cangkir menurunkan risiko encok hingga 33%, sementara mereka yang mengonsumsi lebih dari 4 cangkir kopi decaf hanya menunjukkan penurunan risiko encok hingga 27%. Artinya semakin banyak konsumsi kopi decaf, penurunan risiko encok semakin kecil.

Nah, sharing ini menuntun saya pada diskusi ringan dan singkat bersama beberapa kawan, mengenai efek kopi pada penyakit lainnya seperti jantung dan hipertensi. To my surprise, ternyata risiko penyakit jantung dan hipertensi yang disebabkan oleh konsumsi kopi itu hanya mitos. Penelitian ilmiah justru membuktikan sebaliknya! Setidaknya itu yang saya dapatkan dari penelusuran melalui google 🙂

Akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa kopi, yang sebenarnya adalah ‘minuman ringan’ sesungguhnya, dengan kadar asam yang jauh lebih rendah daripada yang disebut ‘minuman ringan/softdrink’ itu.. tidak mengerikan seperti yang dibayangkan sebagian orang. Efek samping kopi terhadap kesehatan umumnya hanya mitos yang bisa dibilang subjektif. Lalu mengapa kita mendengar ada orang yang sakit ini atau itu, bahkan meninggal gara-gara konsumsi kopi? Menurut saya, semua salah kaprah. Kopi menjadi kambing hitam (yaaa kopi memang sering hitam, dan menurut cerita dikenalkan pada manusia oleh beberapa ekor kambing, tapi ya bukan berarti kopi itu kambing hitam :P) dari perilaku dan pola hidup yang serampangan.

Umumnya, yang terjadi pada orang yang sakit atau meninggal “gara-gara” kopi adalah karena pola hidup yang tidak seimbang. Contohnya, coba kita lihat ‘kawan’ konsumsi kopi. Saya yakin, hampir semua orang _pernah_ minum kopi ditambah gula. Tau kan apa dampak negatif gula berlebih dalam tubuh manusia? Selain gula, kita juga temui rokok.. yang konon adalah salah satu faktor pencetus utama penyakit jantung dan berbagai penyakit lainnya. Bagi sebagian orang, kopi tanpa rokok itu bukan kopi 🙂

Jadi, saran saya, mari kita mulai menjernihkan kopi kita. Sekali-kali, cobalah minum kopi tanpa gula. Sedikit susu mungkin boleh, dan apabila memang harus, gunakanlah gula yang lebih sehat seperti gula rendah kalori. Kemudian soal rokok. Saran saya sih, jangan (atau kurangilah) merokok ketika minum kopi. Alasannya, selain soal kesehatan, sebenarnya sederhana: Rokok membunuh aroma kopi. Anda harus memilih, lebih cinta kopi atau rokok. Coba tanyakan pada perokok berat, yang ketika minum kopi harus sambil merokok. Apakah mereka bisa menikmati aroma kopi mereka? Bila jujur, saya yakin rata-rata akan sulit menikmati aroma kopi, sebab dalam hidung mereka hanya ada satu macam aroma.. aroma rokok 🙂 Alasan itu pula yang menyebabkan cafe-cafe besar biasanya melarang rokok dalam gerai mereka. Namun, berhubung ada kopi yang memiliki aroma cengkeh yang kuat.. bagi perokok, biasanya kopi ini justru menjadi kopi ternikmat yang bisa diminum.. 😉

Wah, sudah lebih dari 600 kata.. saatnya berhenti 😛 mari kita belajar bersama, saya gunakan kata kunci “coffee and uric acid“, “coffee and heart disease“, dan “coffee and hypertension” untuk menemukan rahasia-rahasia terbaru hubungan kopi dan kesehatan. Sebagian keciiiiil sudah saya tuliskan di atas, sisanya mari dipelajari bersama 🙂

Anda asam urat? Anda jantungan? Anda hipertensi? Kopi mungkin bisa membantu anda.. dan jangan lupa jaga keseimbangan hidup. Sebab ada pepatah mengatakan, apapun yang berlebih itu tidak baik.

Referensi:

6 Replies to “Kopi dan Kesehatan”

  1. sy baru beberapa bulan ini menyukai kopi, sy ndak suka kopi pake gula, lebih suka pakai susu. biasa pakai gula tp tambah krimer 😀

    tadinya sy kira paragraf terakhir itu akan jadi iklan 😀

    Anda asam urat? Anda jantungan? Anda hipertensi? Kopi mungkin bisa membantu anda.. silakan ke Toko Ujung, kami menyediakan berbagai macam kopi 😀

    Wahihihi.. ide bagus sebenarnya.. 🙂 terima kasih sudah mengiklan melalui komen ini 😀

  2. wow … info coffee nya berguna bgt, saya kira meminum kopi rutin bahkan 2-3 gelas perhari menimbulkan bahaya smpai kematian, setelah saya baca blog anda, saya bisa merasa tenang minum kopi sekarang 😀 thanks yaa

  3. wahhh,,,mantab sekali dah, sudah sedap bisa sebagai obat lagi.sip sip

  4. Saya pernah dengar koffucha (kopi kombucha) tuk meningkatkan kandungan probiotik pada kopi, kek bagus ki coba itu kak john heheh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*