You are looking at posts that were written in the month of August in the year 2010.
John Chendra; father of Japheth Adriel & Jared Ezekiel, husband of Yenni. A learning Human Being who is interested in Information Technology: Internet, Multimedia, System Administration and Security.. And nowadays: Finance & Accounting! :)
“For the word of the LORD is right and true; he is faithful in all he does. The LORD loves righteousness and justice; the earth is full of his unfailing love.”
Brought to you by BibleGateway.com. Copyright (C) NIV. All Rights Reserved.
(Psalm 33:4-5, NIV)
| S | M | T | W | T | F | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jul | Jan » | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | 31 | ||||
Posted on August 15th, 2010 by john.
Categories: faith, Makassar, personal, stupid things.
Pengacau itu bernama: MUSIK SAHUR dan kembarannya: PETASAN. Protes saya ini lebih terarah ke musik sahur, tapi karena karakteristiknya mirip, maka petasan juga sama menjengkelkannya. Alasan utama kebencian saya sebenarnya simpel, karena kami (khususnya anak-anak) sangat terganggu dengan kebisingan di tengah malam, membuat kami sulit tidur dan akhirnya anak-anak bisa terlambat ke sekolah. Saya berusaha mengerti, apa sebenarnya tujuan musik ini, berbagai rasionalisasi hadir, tapi terbantahkan dengan berbagai argumentasi yang saya jelaskan di bawah. Akhirnya membuat saya sadar, tak ada gunanya mentoleransi, lebih baik sekalian benci daripada makan hati
*ala lagu melankolis*
Tahun ini, baru hari ke-3 puasa, ramainya sudah tak ketulungan. Makin hari makin cepat mulainya (hari sabtu ini mulai sekitar pk. 22.00 malam), dan makin lama makin kacau lagunya. Apa sih tujuannya? Membangunkan orang untuk sahur? Saya tidak percaya. Ini alasannya:
Kesimpulan saya yang kurang ajar adalah, para pedangdut tengah malam itu justru curang. Mereka sengaja ‘bekerja’ pada tengah malam dengan alasan suci membangunkan orang untuk sahur, hanya agar mereka kelelahan sehabis sahur dan tidur pulas seharian dan bangun kembali ketika dekat saatnya berbuka puasa.. dapet uang pula. Konon kabarnya mereka berkeliling selain menyanyi, juga mengumpulkan sumbangan.
Coba bayangkan bila umat lain, pada hari rayanya memutar musik keras-keras di TENGAH MALAM lalu putar-putar keliling kota setiap malam selama sebulan penuh. Jangankan dapat surat pembaca, besok harinya, rumah ibadah mereka pasti sudah didemo dan/atau ditutup massa.
Sesungguhnya saudaraku, saya tak membenci bulan Ramadhan. Saya malah sangat menyukainya, sebab minimal pada siang hari, tak ada asap rokok di sekitar saya..:) Saya pada akhirnya mengerti bahwa kebencian ini muncul hanya sebagai AKIBAT. Akibat dari kebodohan manusia yang membuat salah pengertian dari pihak lainnya. Oleh sebab itu, pak Walikota, kami butuh tindakan anda, HENTIKAN MUSIK SAHUR dan PETASAN!