You are looking at posts that were written on January 3rd, 2008.
John Chendra; father of Japheth Adriel & Jared Ezekiel, husband of Yenni. A learning Human Being who is interested in Information Technology: Internet, Multimedia, System Administration and Security.. And nowadays: Finance & Accounting! :)
Do not be conformed to this world, but be transformed by the renewal of your mind, that by testing you may discern what is the will of God, what is good and acceptable and perfect. (Romans 12:2, ESV)
| S | M | T | W | T | F | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Nov | Apr » | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | ||
Posted on January 3rd, 2008 by john.
Categories: General, Makassar, fun.
Kayaknya belum banyak blogger makassar yang mendengungkan ini.. ‘Gak terlalu penting sih..
Dengan kode awal 91xxx… ESIA MASUK MAKASSAR.. tapi masih sux, secara dia hanya bisa nyambung ke sesama esia. Seperti waktu StarOne/Jagoan dulu baru masuk Makassar, hanya bisa sesama Indosat saja.
Anehnya Fren dengan 0888-nya kok nggak nemuin masalah seperti itu ya? Apa karena nomor Fren itu berlaku nasional, seperti nomor GSM, sehingga telkom Makassar mau gak mau ya harus koneksi ke sana, sementara Esia & StarOne pakai nomor lokal Makassar (prefix 0411)?
Artinya, bukan Telkom yg SUX, tapi TELKOM MAKASSAR yg SUX?
ah Monopoli ekonomi memang sux dalam berbagai bentuknya. KPPU mana ya, kok kalo perusahaan asing (singtel_lupa nama perush. gedenya-telkomsel-indosat dsb yg sempat heboh2 itu) dipersoalkan, sementara yang gede kaya gini malah didiamkan ya…
Yang menarik dari Esia adalah caranya menjual nomor perdana. Tinggal nongkrong di salah satu terminalnya, pilih nomor di komputer, catat, ke kasir lalu bayar. Jadi nomor tersebut benar-benar pilihan kita. Bukannya kita diberi daftar nomor-nomor (biasanya paling banyak 10) lalu disuruh pilih salah satunya. Walaupun ada daftar, tapi kita tidak diminta pilih langsung dari daftar itu. Daftar itu hanya jadi acuan saja. Memang masih agak lambat karena nomor pilihan kita baru bisa diambil beberapa jam kemudian, malah saya ambilnya keesokan harinya, tapi cukup menarik karena nomor tersebut jadi lebih personal dan punya arti buat pembelinya. Minimal membuat pilihan menjadi lebih banyak. Nice Touch, secara saya udah borong beberapa nomor yang punya arti buat sekelompok orang di Makassar
hehehe.
Eniwei, Congrats buat Esia yang dah masuk ke Makassar.. atau congrats buat Makassar yang udah dimasuki Esia?
catatan: Bukti visual nyusul…
Posted on January 3rd, 2008 by john.
Categories: personal, stupid things.
Parah, rusak, hancur, musnah, kacau.
Kemarin saya seperti kehilangan salah satu anggota keluarga. Lebih parah daripada ketika Kamera Canon S2IS saya rusak. Lebih parah daripada ketika Kabel Charger Kamera Canon EOS 400D saya hilang. Lebih parah daripada ketika modem ADSL di kantor sekarang rusak. Lebih parah daripada salah satu server di kantor lama dulu jebol dan RAMnya diinfeksi Trojan…
Harddisk utama dalam kehidupan saya, yang isinya semua file-file penting selama 5 tahun terakhir, termasuk foto-foto keluarga dan berbagai event yang saya ‘liput’ dari tahun 2005 yang lalu (total “My Pictures” kira kira 20-30GB), beberapa file hasil kreasi saya berupa publikasi, surat, logo, iklan, poster, spanduk, brosur, sampai video.. JEBOL dan tidak bisa diakses lagi. 200GB, hilang begitu saja.
Kemungkinan yang sangat saya harapkan adalah hanya terjadi koslet, ketika saya menghubungkan kabel adaptor dan pin-pin power hdd tsb. Memang kesalahan saya adalah menjadikan harddisk itu sebagai harddisk eksternal, hanya dengan menggunakan kabel sambungan IDE-USB biasa, yang mudah dicopot dan sejujurnya menurut saya tidak reliable. Seharusnya minimal saya gunakan box khusus dan tidak terlalu me-mobile-kan harddisk tersebut.
Moga-moga masih ada teknisi atau penyelamatdata.com yang masih bisa menghidupkannya kembali, minimal menarik data penting yang ada di dalamnya. Benar-benar hadiah tahun baru yang mengejutkan. Menambah satu poin dalam evaluasi 2007 saya: Lakukan BACKUP data secara berkala.
Sedih, kemarin saya seperti orang yang tak punya nyawa lagi, malas, lesu, jengkel, marah, sakit hati, merasa bodoh, terus bertanya-tanya “mengapa” … jadi agak rapuh..
Hari ini sih sudah normal kembali
BTW, SELAMAT TAHUN BARU 2008!