Kapan di Makassar?

Saat ini 00.34 00.54 WIB, saya lagi di tempat yang ramai sekali.

Sebenarnya tidak aneh sih, tempat ini restoran biasa. Di Makassar pun ada beberapa.

Saya saat ini di Jakarta, sudah cukup mengantuk, tapi berhubung baru online lagi setelah 1 minggu… puas-puasin dulu dah

Tempat ini cukup luar biasa, beberapa orang saya lihat sudah duduk jauh lebih lama dari saya. Saya sendiri sudah lebih dari 1 jam. Malah sudah hampir 2 jam. Kebanyakan dari mereka bercerita satu dengan yang lain, ada juga yang pacaran. Tapi tempat ini terang benderang kok, malah ada Tivi layar lebar dan datar yang sedang memutar Film aneh di salah satu Tivi suasta. Rasanya itu lebih merusak daripada konten perusak di Internet.

Sayangnya justru bagian terpenting dari tempat ini saat ini, belum ada di Makassar. Itu setahu saya. Syukurlah kalau saya salah, artinya saya masih harus bergaul banyak dengan malam-malam gelap di Makassar 🙂

Sudahlah, posting kali ini memang membingungkan, bahasanya aneh, ceritanya aneh.

Sebabnya simpel, Saya masih terkesima dengan…. Internet Gratis di warung Dunkin’ Donuts Hayam Wuruk! Sebenarnya tidak terlalu gratis sebab rasanya aneh saja kalau main internet, tanpa beli donat atau minum sesuatu 😀 Tapi Internetnya GRATIS! Minuman dan donat saya sudah habis cukup lama, Tapi Internetnya tetap GRATIS!

Itu yang kapan di Makassar? bahkan, itu yang kapan di Indonesia? bahkan, itu yang kapan di DUNIA?

Pendidikan dan Internet, kalau pendidikan mau maju, minimal internetnya mesti gratis! Internet bagi saya sesuatu yang netral. Secara semangat ia memacu keterbukaan dan kebebasan komunikasi. Secara kultural ia menggebrak banyak hal yang sudah ada di dunia saat ini. Merusak atau tidaknya internet, bukan tergantung pada internet-nya.

Listrik, HP (Selular), bahkan sampai Palu (hammer) pun bisa merusak jika jatuh di tangan pengguna yang salah. Masalah utamanya justru bukan di internet, tapi di orang di belakang internet. Justru manusia yang tidak bisa kita lihat sebagai sesuatu yang ‘netral’ apalagi kalau menyangkut anak-anak. Pikiran mengenai kepolosan anak-anak yang dirusak oleh konten internet bagi saya justru terbalik.

Nah, demi lomba entry di AM, ta’ bela-belain deh posting ini biar nyambung dengan tema acara… namanya juga usaha 🙂

Ralat: Posting ini udah terlambat untuk ikut lomba… dasar saya aja penikmat tren sesaat 😀 hehehehe

Gitu!

One Reply to “Kapan di Makassar?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*