<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Masa depan</title>
	<atom:link href="http://john.chendra.net/2006/05/12/masa-depan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://john.chendra.net/2006/05/12/masa-depan/</link>
	<description>one day at a time</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 14:02:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Mimin</title>
		<link>http://john.chendra.net/2006/05/12/masa-depan/comment-page-1/#comment-254</link>
		<dc:creator>Mimin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 May 2006 03:10:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://john.chendra.net/index.php/2006/05/12/masa-depan/#comment-254</guid>
		<description>#3 menulis :
&lt;i&gt;BTW mahasiswa yang disidang itu akhirnya saya dengar cuma kerja buruh, ngga sesukses mahasiswa2 lainnya yang menjadi dosen, dapat beasiswa ke luar negri(bea siswa luar negri ga menerima mahasiswa berdasarkan kerajinannya untuk mengikuti demo2), ataupun menjadi entrepreneur.&lt;/i&gt;

Yap, hidup itu memang pilihan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#3 menulis :<br />
<i>BTW mahasiswa yang disidang itu akhirnya saya dengar cuma kerja buruh, ngga sesukses mahasiswa2 lainnya yang menjadi dosen, dapat beasiswa ke luar negri(bea siswa luar negri ga menerima mahasiswa berdasarkan kerajinannya untuk mengikuti demo2), ataupun menjadi entrepreneur.</i></p>
<p>Yap, hidup itu memang pilihan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lili</title>
		<link>http://john.chendra.net/2006/05/12/masa-depan/comment-page-1/#comment-253</link>
		<dc:creator>Lili</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 May 2006 00:53:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://john.chendra.net/index.php/2006/05/12/masa-depan/#comment-253</guid>
		<description>Besarkan anak di luar negri? Please deh, mungkin lebih baik kalo masyarakat yang bilangnya (kebanyakan lebih banyak dr provokator2 itu) turun ke jalan dan menjewer mahasiswa2 yang nakal2 itu. Bisanya cuma orasi2 dan BOLOS kelas. Di Indonesia, aktivis bisa mendapat keringanan2 dan lulus dengan nilai pas2an (yang penting ga DO kata mereka) dengan beraksi dan demo2. Akibatnya pendidikan tidak dipentingkan. 
Saya mengenal salah satu aktivis dari universitas di Surabaya, sewaktu disidang buat skripsi-nya, dia ga bisa jawab satu pertanyaan pun! Yang ada malah bibir gemetar n ketakutan getu disidang dosen2 yang sering ditemui dan minta ijin beraksi demo. Harusnya para dosen lebih tegas, tidak datang ke kelas beberapa kali kena sanksi tidak lulus (75% attendance kalo disini) plus harus selalu hadir untuk mid-test, lab report, dan exam. Tidak hadir tanpa surat sakit dari dokter berarti nilai nol dan tidak bisa diganggu gugat. Kalo dosen tidak berwibawa seperti ini, bagaimana mendidik para mahasiswa itu?
Siapa yang mau menerima pekerja yang lulusan mahasiswa yang suka minta ijin buat demo? Get a real life!
BTW mahasiswa yang disidang itu akhirnya saya dengar cuma kerja buruh, ngga sesukses mahasiswa2 lainnya yang menjadi dosen, dapat beasiswa ke luar negri(bea siswa luar negri ga menerima mahasiswa berdasarkan kerajinannya untuk mengikuti demo2), ataupun menjadi entrepreneur.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Besarkan anak di luar negri? Please deh, mungkin lebih baik kalo masyarakat yang bilangnya (kebanyakan lebih banyak dr provokator2 itu) turun ke jalan dan menjewer mahasiswa2 yang nakal2 itu. Bisanya cuma orasi2 dan BOLOS kelas. Di Indonesia, aktivis bisa mendapat keringanan2 dan lulus dengan nilai pas2an (yang penting ga DO kata mereka) dengan beraksi dan demo2. Akibatnya pendidikan tidak dipentingkan.<br />
Saya mengenal salah satu aktivis dari universitas di Surabaya, sewaktu disidang buat skripsi-nya, dia ga bisa jawab satu pertanyaan pun! Yang ada malah bibir gemetar n ketakutan getu disidang dosen2 yang sering ditemui dan minta ijin beraksi demo. Harusnya para dosen lebih tegas, tidak datang ke kelas beberapa kali kena sanksi tidak lulus (75% attendance kalo disini) plus harus selalu hadir untuk mid-test, lab report, dan exam. Tidak hadir tanpa surat sakit dari dokter berarti nilai nol dan tidak bisa diganggu gugat. Kalo dosen tidak berwibawa seperti ini, bagaimana mendidik para mahasiswa itu?<br />
Siapa yang mau menerima pekerja yang lulusan mahasiswa yang suka minta ijin buat demo? Get a real life!<br />
BTW mahasiswa yang disidang itu akhirnya saya dengar cuma kerja buruh, ngga sesukses mahasiswa2 lainnya yang menjadi dosen, dapat beasiswa ke luar negri(bea siswa luar negri ga menerima mahasiswa berdasarkan kerajinannya untuk mengikuti demo2), ataupun menjadi entrepreneur.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ben</title>
		<link>http://john.chendra.net/2006/05/12/masa-depan/comment-page-1/#comment-252</link>
		<dc:creator>Ben</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 May 2006 17:50:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://john.chendra.net/index.php/2006/05/12/masa-depan/#comment-252</guid>
		<description>selama pemerintah masih membiarkan aksi-aksi seperti itu, kalo punya duit pindah aja ke negara yang bisa memberikan rasa aman kepada setiap warganya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selama pemerintah masih membiarkan aksi-aksi seperti itu, kalo punya duit pindah aja ke negara yang bisa memberikan rasa aman kepada setiap warganya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
